berita.depok.go.id - Setelah bertahun-tahun hanya menjadi wacana, proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Jawa Barat akhirnya resmi memasuki tahap nyata.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memimpin langsung penandatanganan kesepakatan percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan tersebut.
Penandatanganan dilakukan bersama Kementerian Lingkungan Hidup, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta delapan kota dan Kabupaten di Jawa Barat.
Kang Dedi Mulyadi (KDM) sapaannya menyoroti bahwa selama ini pembahasan proyek PSEL hanya berhenti pada kajian tanpa realisasi.
“Dulu sampai hari ini ngomongin sampah, rapat beratus kali, kajian berjilid-jilid, studi banding tidak pernah berhenti, tapi belum ada yang terwujud,” ujarnya dalam rapat, Selasa (07/04/26).
Namun, melalui langkah cepat dan koordinasi intensif, proyek tersebut akhirnya bisa diputuskan dalam waktu singkat.
Baca Juga: Masuk Era Baru, Kota Depok Siap Ubah Masalah Sampah Jadi Sumber Energi
“Hanya tiga pertemuan. Satu lewat telepon, lalu rapat hari Minggu, Senin selesai dengan dinas, Selasa langsung penandatanganan,” jelasnya.
Dalam kesepakatan tersebut, ditetapkan dua lokasi utama pembangunan PSEL, yaitu, TPA Sarimukti dan TPA Kayu Manis.
Kedua lokasi ini akan menjadi pusat pengolahan sampah berbasis teknologi waste to energy untuk melayani wilayah aglomerasi di Jawa Barat, termasuk Kota Depok.
KDM menegaskan, kesepakatan kali ini bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen nyata yang akan diwujudkan.
“Hari ini kita menyepakati hal yang akan terjadi, bukan lagi yang tidak akan terjadi,” tegasnya.
Ia pun menargetkan dalam dua hingga tiga tahun ke depan, persoalan sampah dapat teratasi sekaligus menghasilkan energi listrik.
“Semoga dalam waktu dua sampai tiga tahun ke depan, sampah hilang, listrik pun terang,” pungkasnya. (JD09/ED 01).
