berita.depok.go.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok berkomitmen dalam peningkatan mutu pengelola dan relawan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melalui pelatihan keamanan pangan.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 88 SPPG dari 99 SPPG di Kota Depok telah mengikuti pelatihan keamanan pangan sebagai salah satu syarat operasional.
Kepala Dinkes Kota Depok Devi Maryori menjelaskan, pelatihan tersebut merupakan persyaratan wajib bagi SPPG sebelum mulai beroperasi.
“Kegiatan ini menjadi syarat untuk memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Minimal 50 persen penjamah makanan atau petugas yang memasak harus sudah mengikuti pelatihan,” ujarnya kepada berita.depok.go.id, Rabu (28/1/26).
Ia menambahkan, pelatihan keamanan pangan bertujuan memastikan makanan yang diolah aman, sehat, dan layak dikonsumsi oleh penerima manfaat.
Langkah ini juga menjadi upaya pencegahan terhadap risiko penyakit maupun keracunan makanan dalam pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai standar kebersihan penjamah makanan, tata cara pengolahan bahan pangan yang baik (Good Handling Practices), pencegahan kontaminasi makanan, serta perencanaan menu seimbang untuk pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.
Devi berharap kolaborasi antara pemerintah dan seluruh pengelola SPPG di Kota Depok terus terjalin agar seluruh dapur dapat segera beroperasi dan manfaat program dapat dirasakan secara optimal.
“Dengan kolaborasi ini, diharapkan seluruh SPPG di Kota Depok dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan,” tutupnya. (MGG Syifa/JD 02/ ED 01).
