Temukan informasi terkini dengan mengikuti akun sosial media kami

Warga Sukamaju Diedukasi Terapi Pencegahan TB

JD 05 - berita depok
Rabu, 22 Mei 2024, 18:02 WIB
Foto: Dok. USAID Prevent TB. Sejumlah warga mengikuti sosialisasi dan temu Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT), di Aula Kantor Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, belum lama ini.

berita.depok.go.id - Puluhan warga yang kontak erat dengan pasien Tuberkulosis (TB) diedukasi cara pengobatan penyakit TB melalui Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT), di Aula Kantor Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong.

Kegiatan ini bertujuan untuk menurunkan angka penularan, kesakitan dan kematian akibat TB. Edukasi disampaikan tim United States Agency for International Development (USAID) Prevent TB kolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.

"Kami sangat terbantu karena pihak lain di luar Pemkot Depok ikut membantu mempromosikan pencegahan, penanggulangan, dan menyelenggarakan persoalan TB ini," ujar Kepala Seksi (Kasi) Kemasyarakatan dan Pelayanan Kecamatan Cilodong, Edi Sismanto kepada berita.depok.go.id, Rabu (22/05/24).

Edi menuturkan, yang harus diperhatikan bukan hanya pasien saja, tetapi juga orang yang kontak erat. Karena mereka berpotensi terpapar virus TB.

Dikatakannya, pemerintah daerah sampai tingkat kelurahan mengalokasikan anggaran untuk pencegahan dan penanganan kasus TB. Salah satunya kontinuitas melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

"Target kami zero TB terpenuhi, warga tertib dan disiplin juga dalam menjaga kesehatannya," papar Edi.

Di tempat yang sama, District Advocacy and Partnership Officer Kota Depok, Utri Triana meyebut, sesuai namanya USAID Prevent TB fokus pada pencegahan agar tidak semakin banyak kasus TB baru di Indonesia.

Sebab, saat ini berdasarkan laporan Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) ada temuan kasus terduga TB di Kota Depok pada 2023.

Lanjut Utri, capaian pemberian TPT di Kota Depok selama 2023 sudah berjalan sebesar 17 persen dengan jumlah 1.108 orang.

"Kami akan membantu Pemkot Depok untuk peningkatan TPT, pada Maret lalu sudah bertemu dengan Dinkes rencana tindak lanjutnya skrining TB oleh Puskesmas," pungkasnya. (JD 05/ED02)