Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono menyerahkan minyak goreng kemasan premium  kepada salah orang warga, saat operasi pasar minyak goreng di Kecamatan Tapos, Selasa (01/03/22).

berita.depok.go.id - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Depok, melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) bekerja sama dengan Bulog Sub Divre Cianjur melaksanakan operasi pasar minyak goreng kemasan dengan Harga EceranTertinggi (HET) senilai Rp 14 ribu/liter. Kegiatan ini akan berlangsung selama satu pekan ke depan di 11 kecamatan.

Kepala Disperdagin Kota Depok, Zamrowi menjelaskan, Kota Depok mendapat alokasi minyak goreng kemasan premium dari Bulog Sub Divre Cianjur sebanyak 10.000 liter. Seluruhnya akan dijual kepada konsumen sektor rumah tangga, bukan pedagang eceran.

"Setiap warga membeli dua liter minyak goreng sesuai HET yakni Rp14 ribu/liter. Kegiatan ini bekerja sama dengan pihak kelurahan dan kecamatan untuk mendata dan mendistribusikan langsung minyak ke konsumen," jelasnya kepada berita.depok.go.id, saat operasi pasar minyak goreng di Kecamatan Tapos, Selasa (01/03/22).

Dikatakannya, masing-masing kecamatan menerima sekitar 1.000 liter minyak goreng. Sambungnya, kemarin (28/01),  Kementerian Perdagangan (Kemendag) juga melaksanakan operasi pasar minyak goreng curah di Pasar Cisalak.

"Kementerian Perdagangan memberikan 12.000 liter minyak goreng curah untuk pedagang eceran seharga Rp 10.500/liter. Kemudian, dapat dijual kembali oleh para pedagang dengan harga sesuai ketentuan HET minyak goreng curah, yakni Rp 11.500/liter," kata Zamrowi.

Di tempat yang sama, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kota Depok, Adnan Mahyudin menambahkan, operasi pasar minyak goreng sebagai bentuk intervensi TPID Kota Depok dalam upaya pengendalian inflasi. Yaitu dengan menjaga kestabilan harga dan ketersediaan pasokan barang kebutuhan pokok masyarakat, salah  satunya adalah minyak goreng.

Adnan mengungkapkan, dinamika pergerakan harga dan ketersediaan pasokan komoditas minyak goreng terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini disebabkan beberapa faktor, di antaranya kendala logistik di tengah pandemi, permintaan Biodiesel untuk Program B30, dan lonjakan harga minyak nabati dunia.

Dirinya menambahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) melalui TPID mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying. Dengan tetap menerapkan pola hidup sederhana dengan berbelanja sesuai kebutuhan dan meningkatkan pola hidup sehat mengurangi konsumsi makanan yang digoreng.

"Pemkot juga akan senantiasa bersinergi dan berkolaborasi dengan seluruh stakeholder untuk terus berupaya menjaga kestabilan harga, ketersediaan pasokan, dan kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok masyarakat di Kota Depok serta mengembangkan komunikasi efektif dalam menjaga ekspektasi positif masyarakat," pungkasnya. (VD 02/ED 01/EUD02)

YOUR REACTION?