Satgas DPUPR melakukan penanganan turap ambrol di Tanah Baru, Kecamatan Beji, belum lama ini. (Foto : Istimewa)

depok.go.id-Intensitas hujan yang meningkat akhir-akhir ini menyebabkan genangan dan longsor di beberapa titik. Meski demikian, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok telah menangani sebanyak 38 titik banjir dan longsor dari total 98 titik yang ada.

“Intensitas hujan lagi tinggi selama Januari ini, kami sudah antisipasi dengan menyiapkan Satuan Tugas (Satgas) untuk berjaga menerima laporan warga. Dalam dua pekan ini, sudah ada 38 titik yang kita tangani,” ujar Kepala DPUPR Kota Depok, Dadan Rustandi, di Balai Kota, Senin (13/01/20).

Dikatakannya, menurut laporan yang dihimpun sampai dengan tanggal 13 Januari lalu, banjir terjadi di 37 titik. Di antaranya di Kampung Lio, RT 09 dan RW 19, Kecamatan Pancoran Mas (Panmas). Kemudian, Masjid Mampang, Komplek Marinir Parung Bingung, dan Rutan Cilodong.

Sedangkan untuk lokasi longsor, kata Dadan, ada 61 titik. Antara lain di  Komplek Samudera, RW 06, Kelurahan Depok, Jalan Raya Andara Kelurahan Pangkalan Jati, Jalan Pitara Kecamatan Panmas, dan Perumahan PGRI, Kelurahan Cilodong.

“Data kami selalu update. Sebelumnya ada 90 titik banjir dan longsor, saat ini jumlahnya bertambah delapan titik sehingga totalnya menjadi 98 titik.  Tetapi yang sudah tertangani baik sementara maupun permanen sebanyak 38 titik,” ucapnya.

Adapun, lanjut Dadan, penanganan sementara yang dilakukan berupa pemasangan cerucuk, karung tanah dan terpal agar longsor tidak meluas. Sedangkan untuk penanganan permanen, dilakukan dengan pemasangan bronjong.

“Mudah-mudahan penanganan ini bisa meminimalisir longsor susulan. Kami juga mengimbau warga untuk terus waspada, mengingat intensitas hujan masih tinggi dan tidak bisa diprediksi,” tutupnya. (JD 08/ED 01/EUD 02).

YOUR REACTION?