Kegiatan Razia Masker  dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah Hek Cipayung, Selasa (28/07/20). (Foto : Istimewa)

berita.depok.go.id-Plt. Camat Cipayung Asloe'ah Madjri menyebut, pihaknya bersama seluruh unsur terkait di wilayah gencar mensosialisasikan dan menertibkan warga yang tidak mengenakan masker. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran kasus virus Corona atau Covid-19 yang terus mengalami peningkatan.

"Dua minggu lalu, Cipayung berada di posisi sembilan dari 11 kecamatan di Kota Depok yang memiliki kasus Covid-19. Dua hari ini, kita berada di peringkat lima. Tentunya hal ini menjadi perhatian khusus dan perlu adanya tindakan tegas, bukan hanya sosialisasi," ujarnya, usai kegiatan Razia Masker di Pertigaan Hek Cipayung, Selasa (28/07/20).

Dikatakannya, upaya memutus mata rantai penularan Covid-19, tidak hanya dilakukan pemerintah. Melainkan harus ada peran serta dari masyarakat.

"Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap 1, 2 dan 3 sudah, PSBB Proporsional 1, 2 dan 3 juga sudah. Jika masyarakat masih membandel, ya kita kenakan denda untuk memberikan efek jera," terangnya.

Dijelaskannya, pergerakan orang dari dalam maupun luar tidak bisa dihindari karena Kecamatan Cipayung berada di wilayah perbatasan antara Kabupaten Bogor dan Kecamatan Sawangan. Untuk itu, imbuhnya,  edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan masker, perlu ditingkatkan.

 “Ini menjadi Pekerjaan Rumah (PR) kita bersama untuk menggugah mereka melakukan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Seperti wajib pakai masker, jaga jarak dan sering cuci tangan," tutupnya. (JD 08/ED 01/EUD02) 

YOUR REACTION?