Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono menyerahkan drum sedekah pengumpulan minyak jelantah, saat meresmikan 10 gerai Jelantik di Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Minggu (19/09/21). (Foto: JD 05/Diskominfo)

berita.depok.go.id - Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono meresmikan sebanyak 10 gerai pengumpulan minyak jelantah yang diberi nama Jelantah Cantik (Jelantik) di Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis. Kehadiran gerai ini merupakan bentuk perwujudan dari program Depok Zero Waste City atau Kota Depok Bebas Sampah.

Imam Budi Hartono mengatakan, masyarakat harus menanamkan pola pikir bahwa sampah berpeluang menghasilkan uang. Dengan hadirnya gerai Jelantik, warga Kelurahan Harjamukti diminta untuk mulai melakukan sedekah limbah rumah tangga tersebut.

"Minyak jelantah mempunyai nilai ekonomis, dengan mengumpulkan minyak jelantah ke gerai dan dapat ditukarkan dengan uang. Bahkan, bisa diubah menjadi bahan bakar dan sabun," katanya kepada berita.depok.go.id, usai meresmikan gerai Jelantik di Harjamukti, Minggu (19/09/21).

Menurutnya, limbah minyak jelantah dapat mencemari lingkungan jika dibuang sembarangan ke tanah dan air. Dampaknya sangat luas dan ekosistem pun akan mati.

"Kami berharap masalah sampah dapat selesai di tingkat RW melalui UPS (Unit Pengolahan Sampah) dan bank sampah, sehingga mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA Cipayung," ujarnya.

Di tempat yang sama, Lurah Harjamukti, Sukmara Wirakusumah menuturkan, pengumpulan minyak jelantah dapat diserahkan ke masing-masing bank sampah yang sudah terbentuk sebelumnya. Antara lain di RW 04, 05, 06, 09, 10, 11, Baitul Hikmah, Akhdor, dan Ar-Rabbani.

"Dari 16 RW, yang sudah terbentuk ada 10 gerai. Kami sangat mendorong warga agar membiasakan diri tidak membuang limbahnya sembarangan dan mulai memilahnya dari rumah," tutupnya. (JD 05/ED 01/EUD02)

YOUR REACTION?