Wali Kota Depok, Mohammad Idris bersama Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Hidayat Nur Wahid menjadi pemateri pada Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Ke-3 Tahun 2021 di Wisma Kinasih, Kecamatan Tapos, Sabtu (11/12/21). (Foto : JD01/Diskominfo).

berita.depok.go.id - Wali Kota Depok, Mohammad Idris menjadi pemateri pada Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Dai Indonesia (IKADI) ke-3 tahun 2021 di Kecamatan Tapos, Kota Depok pada Sabtu (11/12/21). Dalam kesempatan tersebut, dirinya menyampaikan implementasi yang sudah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam mencapai Pemerintahan Yang Rahmatan Lil Alamin atau bisa disebut PYRAL.

 Menurut Mohammad Idris, pemerintah sebagai fasilitator serta pelaksana regulasi negara dan masyarakat memiliki posisi sebagai stakeholder utama atau pemegang saham. Lalu devidennya adalah layanan publik dan layanan sipil.

"Semuanya ini harus berkolaborasi, nanti muncul program-progran yang tujuannya adalah kesejahteraan rakyat dan masyarakat. Semuanya harus mendapatkan kesejahteraan. Ini lah yang dimaksud Rahmatan Lil Alamin," tuturnya usai menjadi pemateri.

Ia menjelaskan, terdapat enam dimensi penting dalam mewujudkan PYRAL. Antara lain, kepemimpinan pemerintahan, visi misi dan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat miskin.

"Lalu kapasitas fiskal atau kondisi keuangan pemerintah yang baik. Sebab, ini pengaruhnya sangat besar dalam mewujudkan pembangunan dan PYRAL," ungkap Mohammad Idris.

Selanjutnya, ujar Mohammad Idris, kolaborasi pemerintah dengan tujuh aktor hepta helix, yaitu pemerintah, akademisi, bisnis, media, komunitas lokal, lembaga swadaya masyarakat dan pengamat. Terakhir, reformasi birokraksi.

"Pemerintah harus berkomitmen dan mengimplementasikan hal tersebut. Yang tujuannya untuk kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. (JD 09/ED 02/EUD02)

YOUR REACTION?