Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono (berpeci dan bermasker) memimpin rapat evaluasi penanganan Covid-19 selama Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di Mapolres Metro Depok, Kamis (04/11/21).

 (Foto  : Diskominfo)

berita.depok.go.id- Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono menginginkan adanya pengetatan protokol kesehatan (prokes) dalam pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT). Hal itu menyusul ditemukannya beberapa kasus Covid-19 selama PTMT berlangsung.

“Bahwa memang perlu adanya pengetatan terhadap pelaksanaan PTMT. Kepada seluruh kepala sekolah agar lebih ketat lagi,” ujarnya kepada berita.depok.go.id, usai mengikuti rapat evaluasi penanganan Covid-19 di sekolah, di Aula Polres Metro Depok, Kamis (04/11/21).

Dirinya menuturkan, pihaknya akan melakukan penutupan jika di suatu sekolah teridentifikasi ada siswa yang terkonfirmasi Covid-19. Selama ini, sambung Imam, penanganan kasus Covid-19 saat pelaksanaan PTMT juga diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 66 Tahun 2021 tentang pedoman penyelenggaraan PTMT di masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Kalau ada penularan pasti ada penutupan terhadap sekolah yang teridentifikasi terdapat kasus positif, ini keputusan yang umum dan sama berlaku di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana menegaskan, pelaksanan PTMT di Kota Depok masih tetap berlanjut. Pelaksanaan PTMT sudah sesuai dengan Perwal Nomor 66 Tahun 2021 serta mengikuti arahan dari Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.


“Sudah dilakukan juga assement terhadap syarat-syarat melakukan PTMT.  Kami juga menghimbau kepada seluruh warga terutama orang tua agar segera melakukan vaksinasi yang belum dan bekali anaknya dengan prokes, terutama etika menggunakan masker secara benar,” jelasnya. (JD12/ED 01/EUD02/EUD02)

YOUR REACTION?