Kepala Disnaker Depok, Mohamad Thamrin saat menutup Pelatihan Barista di Semoet Coffee and Eatery, Kelurahan Pasir Gunung Selatan, Kamis (02/04/22). (Foto : Istimewa)

berita.depok.go.ig - Seiring dengan meningkatnya tren bisnis kopi, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok tahun ini membuka program Pelatihan Keahlian Barista. Pelatihan ini dilakukan sebagai upaya meninkatkan kompetensi bagi pencari kerja (pencaker), sehingga dapat menurunkan angka pengangguran di Kota Depok.

Kepala Disnaker Depok, Mohamad Thamrin mengatakan, tahun ini pelatihan barista diikuti oleh 40 pencaker yang terbagi dalam dua angkatan. Angkatan pertama dilaksanakan dari 16-21 Maret dan angkatan 2 dari 26-31 Maret 2022.

"Saat ini bisnis kopi menjamur di Kota Depok, sehingga kami melihat peluang tersebut dapat dijadikan lapangan kerja baru bagi para pencari kerja," tuturnya kepada berita.depok.go.id, Sabtu (02/04/22).

Thamrin menjelaskan, pihaknya menggandeng komunitas Ngopi Bareng Teman dan Pasar Kopi Depok sebagai instruktur dalam pelatihan tersebut. Sedangkan, Semoet Coffee and Eatery dipilih menjadi lokasi pelatihan.

Lanjut Thamrin, materi yang diberikan cukup lengkap dari sejarah dan jenis kopi, tugas dan fungsi barista hingga praktik membuat dan menyajikan kopi. Selain itu, juga memberikan pelatihan membuka usaha, digital marketing dan gambaran bisnis dalam dunia kopi secara lengkap.

"Dengan demikian pelatihan ini diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran di Depok yang  kini mencapai kisaran angka 117 ribu lebih," harapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas dan Bina Lembaga Pelatihan Kerja, Disnaker Kota Depok, Tri Astuti menambahkan, setiap pelatihan di Disnaker tidak hanya dibekali dengan kompetensi teknis namun juga softskill sebagai pekerja maupun wirausaha. Serta penjelasan budaya kerja sebagai barista. 

Dikatakan Tri, dengan berakhirnya pelatihan ini bukan berarti akhir dari perjuangan bagi para pencaker. Namun, justru merupakan titik awal untuk melangkah meraih harapan sebagai barista yang profesional, kreatif dan memberikan kepuasan kepada pelanggan.

"Setelah selesai pelatihan dari 40 peserta, sebanyak 15 orang direkruit untuk magang di Semoet Coffee and Eatery. Lalu, beberapa akan mengikuti bazar-bazar Cafe Kopi di bawah binaan komunitas Pasar Kopi Depok," ujarnya.

"Sebagian juga didistribusikan ke Cafe Kopi yang membutuhkan barista, terutama yang masuk dalam komunitas tersebut," pungkasnya. (JD09/ED02/EUD02)

YOUR REACTION?