berita.depok.go.id-Guna menekan penyebaran Coronavirus atau Covid-19, Wali Kota Depok, Mohammad Idris menginstruksikan camat maupun lurah membentuk Kampung Siaga Covid-19. Pembentukan tersebut menjadi penguatan dari kebijakan yang sudah dikeluarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk mencegah Corona di wilayah.

"Penguatan kebijakan ini berupa pembentukanKampung  Siaga Covid-19 berbasis RW. Untuk pengawasan akan diperketat pada tingkat komunitas," kata Wali Kota Depok Mohammad Idris, Minggu (29/03/20).

Sedangkan terkait pilihan lockdown, sambung Mohammad Idris, kewenangan penetapan tersebut ada pada  pemerintah pusat. Meski demikian, sebagai pertimbangan, Kota Depok akan menyampaikan kepada Gubernur Jawa Barat sebagai wakil pemerintah pusat di daerah saat teleconference pada Senin 30 Maret 2020.

"Kebijakan  lockdown merupakan langkah yang seharusnya diambil ketika saat ini penyebaran COVID- 19 sudah masif. Sambil menunggu kebijakan pemerintah pusat, kami kuatkan pembentukan Kampung Siaga Covid-19 tadi," tegasnya.

Untuk diketahui, Berdasarkan data yang diperbarui melalui   ccc-19.depok.go.id, hingga Minggu 29 Maret 2020, jumlah kasus terkonfirmasi di Kota Depok sebanyak 37 orang. Sementara jumlah pasien yang sembuh sebanyak 10 orang. Kemudian untuk pasien meninggal 4 orang. 

Lalu untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 286 orang. Dengan rincian, yang sudah ditangani sebanyak 21 orang dan 265 orang masih dalam pengawasan. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kota Depok sebanyak 952 orang. Yang sudah selesai ditangani 197 orang, dan masih dalam pemantauan sebanyak 755 orang. (JD 08/ED02/EUD 02)

YOUR REACTION?