Kepala DPAPMK Kota Depok, Nessi Annisa Handari (Diskominfo)

berita.depok.go.id-Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok kembali menjalin kerjasama dengan Tim Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Anti Kekerasan Korban Anak dan Wanita (Srikandi). Mereka mengadakan kegiatan Srikandi dan Puspaga Depok Goes to School yang dilakukan secara virtual.

Kepala DPAPMK Kota Depok, Nessi Annisa Handari mengatakan, edukasi ini sebagai upaya pemerintah mengimplementasikan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2017. Yaitu tentang peningkatan ketahanan keluarga sebagai pendukung program Kota Layak Anak (KLA).

"Permasalahan kekerasan yang terjadi pada anak dan remaja, sebagian besar dilakukan oleh orang terdekat dengan keluarga.  Karena itu, dibutuhkan peran semua pihak khususnya orang tua dalam pola pengasuhan yang lebih baik, bagi anak-anak terutama remaja," kata Nessi, kepada berita.depok.go.id, Selasa (13/10/20).

Nessi menilai, tantangan dan masalah anak-remaja di Indonesia semakin berat. Mulai dari kasus kekerasan dan penelantaran anak, narkoba, seks bebas, tawuran pelajar, atau geng motor.

"Terlebih lagi sekarang, di tengah pandemi anak-anak harus ikut merasakan dampaknya. Untuk itu kami hadir  di tengah masyarakat dengan memperhatikan masalah-masalah anak dari berbagai sisi," lanjutnya. 

Nessi menyampaikan, kegiatan yang diselenggarakan dari 06 sampai 27 Oktober 2020 ini dinilai sebagai langkah mengantisipasi kekerasan terhadap anak-remaja. Sosialisasi tersebut menyasar sebelas SMP Negeri (SMPN) di Kota Depok. 

"Edukasi secara virtual ini sudah dilaksanakan di empat SMPN. Sisanya kegiatan serupa dilakukan ke tujuh sekolah lagi, sesuai jadwal yang ditetapkan," tutupnya. (JD07/ED01/EUD02)

YOUR REACTION?