Kepala Diskominfo Kota Depok, Manto. (Foto: Diskominfo).

berita.depok.go.id- Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok, Manto menyampaikan tausiah Ramadan malam ke-23. Adapun yang menjadi tema kali ini adalah 'Memaknai Kesenangan dan Kebahagiaan dalam Islam.'

"Sering kali kita keliru dalam membedakan mana kesenangan dan mana kebahagiaan. Hal ini mengakibatkan kita terjebak pada kesenangan yang tidak membawa pada kebahagiaan. Untuk itu, kita harus dapat membedakan dengan baik antara kesenangan dan kebahagiaan," ujarnya.

Manto menjelaskan, menurut ilmu kedokteran, kesenangan adalah aktifitas yang dapat diamati secara fisik pada otak manusia yang terjadi akibat dirangsangnya saraf "pusat kesenangan” atau “pleasure center”. Saraf yang dirangsang ini akan menghasilkan mekanisme hormonal, yaitu keluarnya suatu zat kimia dari neuron di otak yang mengakibatkan timbulnya rasa enak, senang, dan nikmat yang bersifat sementara.

Sedangkan kebahagiaan, lanjutnya, adalah keadaan yang berlangsung lama, tidak sementara, yang berhubungan dengan penilaian pada kehidupan secara keseluruhan. Selanjutnya, bahwa kesenangan berdimensi horizontal, sedangkan kebahagiaan berdimensi horizontal dan vertikal.

"Orang masih bisa menguraikan anatomi kesenangan yang diperolehnya, tetapi ia akan susah mengungkap rincian kebahagiaan yang dirasakannya. Air mata bahagia merupakan wujud ketidakmampuan seseorang dalam mengungkapkan apa yang mereka rasakan. Sehingga wajar jika para hujjaj (orang yang melaksanakan ibadah haji) seringkali menangis pada saat berhaji dan tidak bisa menerangkan kenapa bisa menangis di lokasi-lokasi tertentu seperti di depan Ka`bah, makam Rasulullah dan tempat-tempat seputar masjidil haram," terangnya.

Manto menyebut, karena kebahagiaan yang dialami tersebut berdimensi vertikal, dan spiritual. Selain itu, contoh lain, banyak para mempelai (pengantin baik laki maupun perempuan) menitihkan air mata ketika akad nikah, dan mereka tidak bisa menerangkan anatomi perasaan bahagianya.

"Para cendikiawan banyak memberikan kiat atau cara untuk meraih kebahagiaan, namun demikian dari sekian jumlah kiat-kiat tersebut semuanya dapat dirangkum menjadi 2 hal. Pertama, Iman, menurut AlQuran kunci pertama dalam meraih kebahagiaan adalah apabila seseorang beriman kepada Allah SWT. Sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Tien: 6 yang artinya: “Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh; Maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya”_.(surah al-Tien: 6)," jelasnya.

Ayat di atas pada dasarnya berbicara tentang kedudukan manusia sebagai makhluk ciptaan Allah yang paling baik. Selanjutnya ditempatkan pada posisi yang hina sehingga menyebabkan dia menjadi sengsara. Kesholehan manusia tersebut sesungguhnya akan terjaga mana kala tetap beriman kepada Allah SWT yang kemudian akan melahirkan takwa, dan dengan takwa itulah kemudian ia akan meraih kebahagian.

"Kedua, yaitu melakukan amal shaleh. Seseorang bisa memperoleh atau meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat adalah dengan melakukan amal shaleh. Sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT dalam surah an-Nahl: 97 yang artinya: "Barangsiapa yang mengerjakan amal sholeh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan," paparnya.

Ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah SWT menjanjikan kepada orang yang beramal shaleh baik itu perempuan atau laki-laki dan ia beriman, untuk memberikan kehidupan yang baik serta pahala yang lebih baik dari apa yang ia amalkan sebagai balasan. Maka beruntunglah orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh dengan hadiah yang telah dijanjikan oleh Allah SWT, karena hal tersebut tidak akan diperoleh oleh orang-orang yang berpaling dari mengingat Allah SWT, tidak beriman dan tidak mengerjakan amal sholeh.

"Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: Sungguh beruntung orang yang memeluk Islam, ia mendapat rezeki yang cukup dan merasa puas dengan apa yang diberikan Allah kepadanya (HR. Muslim). Sebaliknya, orang yang tidak beriman serta tidak mengerjakan amal sholeh, maka ia akan senantiasa berada dalam kesusahan," terangnya.

"Apabila ditimpa suatu bencana atau cobaan, maka ia akan merasa sangat bersedih hati, gundah dan gelisah. Kemudian apabila ia tidak memperoleh apa yang ia kehendaki berupa kesenangan dunia, maka ia akan bersedih hati karena ia mengira bahwa puncak kebahagiaan adalah tercapainya kesenangan hidup," tutupnya. (JD 08/ED 01/EUD02) 

YOUR REACTION?