Foto: JD 01/Diskominfo

Wali Kota Depok, Mohammad Idris

berita.depok.go.id – Sebanyak 24 rumah sakit di Kota Depok telah menyiapkan ruang isolasi dengan 145 tempat tidur. Ratusan tempat tidur ini digunakan untuk merawat pasien terkonfirmasi Covid-19 dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). 

“145 tempat tidur ini berada di rumah sakit pemerintah dan swasta,” kata Wali Kota Depok, Mohammad Idris kepada berita.depok.go.id, di Balai Kota, Kamis (09/04/20).

Mohammad Idris merinci, dari total 145 tempat tidur tersebut, di antaranya di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) sebanyak 25 unit, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 16 unit, dan Rumah Sakit Brimob 52 unit.

“Adapun sisanya sebanyak 52 unit tempat tidur tersebar di 21 rumah sakit lainnya,” tambahnya.

Dikatakannya, untuk menambah kebutuhan tempat tidur, saat ini pihaknya sedang menyiapkan penambahan kapasitas di RSUD Kota Depok dan RS Brimob. Selain itu, imbuhnya, Pemkot Depok juga mengakses rumah sakit rujukan nasional di DKI Jakarta.

“Termasuk dengan Rumah Sakit Darurat Wisma Atlit di Kemayoran, Jakarta Pusat,” jelasnya.

Lebih lanjut, dirinya menyebutkan, perkembangan kasus Orang Dalam Pengawasan (ODP) tersisa 2002 orang,  dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tinggal 540 orang. 

Dirinya menambahkan, untuk PDP yang meninggal, saat ini berjumlah 33 orang. Namun demikian, status PDP tersebut merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif, karena harus menunggu hasil pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR), yang datanya hanya dikeluarkan oleh Public Health Emergency Operating Center (PHEOC) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

“Untuk kasus konfirmasi sebanyak 77 orang, meninggal 8 orang, dan yang sembuh bertambah jumlahnya menjadi 11 orang,” tandasnya. (JD 05/ED 01)

YOUR REACTION?