Startup Bee Well yang didirikan oleh alumni Universitas Indonesia (UI), sekaligus menjadi binaan Pemerintah (Pemkot) Depok berhasil meraih penghargaan bergengsi Innovation Showcase oleh Health, Wellness & Society Network dalam ajang Konferensi Ilmiah ke-11 di Universitas Sorbonne, Paris, Perancis. (Foto : Istimewa)

berita.depok.go.id - Bee Well merupakan startup binaan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok yang  memperkenalkan konsep terobosan baru dalam menjamin aspek kesehatan dan keamanan pada proses belajar mengajar. Melalui Indeks Kesehatan Sekolah (IKS) dengan konsep pendekatan manajemen risiko status kesehatan warga sekolah dapat diukur dan dipantau secara real-time.

Manager Pemasaran Bee Well di Indonesia, Citra Natasya menuturkan, konsep Indeks Kesehatan Sekolah (IKS) ditemukan pertama kali di dunia oleh Bee Well dari hasil penelitian yang mendalam selama lebih dari tiga tahun.  Pandemi Covid-19 yang tidak terduga terjadi sejak awal tahun 2020 telah memaksa banyak sekolah di dunia untuk menutup aktivitasnya dan beralih menjadi daring (online). 

"Penelitian dari para ahli dunia menemukan bukti kuat, penutupan sekolah mampu mengurangi penularan virus serta mengendalikan pandemi," tuturnya kepada berita.depok.go.id, Rabu (15/09/21).

Namun demikian, ujarnya, efek dari pola pengajaran daring ini mengakibatkan perubahan besar dalam proses belajar mengajar karena secara tiba-tiba pembelajaran yang semula tatap muka menjadi daring.

"Ada fundamental shock yang terjadi, meskipun berhasil dalam pengendalian pandemi, namun proses belajar mengajar menjadi tidak sempurna karena ketidaksiapan siswa, guru, orang tua, kurikulum serta kurang memadainya kondisi infrastruktur. Lalu ditambah lagi besarnya kebutuhan biaya untuk pembelajaran daring," jelasnya.

Sementara itu, Staf Penelitian dan Pengembangan Bee Well, Felicia Fransius menambahkan, berdasarkan survei yang dilakukan di kota-kota besar di Indonesia, 78 persen responden mengaku lebih memilih pembelajaran online karena jaminan kesehatan dan keselamatan sekolah. Tapi responden juga percaya, proses belajar mengajar yang ideal sejatinya harus dilakukan secara tatap muka.

Oleh karena itu, sambungnya, konsep Indeks Kesehatan Sekolah (IKS) diperkenalkan untuk menjamin proses belajar secara tatap muka sekaligus kesehatan dan keamanan sekolah dengan pendekatan konsep manajemen risiko. Dengan begitu, nantinya status kesehatan siswa, guru dan keamanan sekolah dapat diakses secara real-time, transparan serta terukur. 

"Integrasi antara parameter kesehatan siswa, guru, kurikulum sehat serta kondisi infrastruktur sekolah dinamai sebagai ketahanan sekolah," tandasnya. (JD 09/ED 02/EUD02)

YOUR REACTION?