Kegiatan Sekolah Ayah Bunda yang diselenggarakan oleh DPAPMK Kota Depok, di Aula Wisma Hijau, Sabtu (07/03/20). (JD04/Diskominfo)

berita.depok.go.id- Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok sempat kewalahan menghadapi pendaftar Sekolah Ayah Bunda. Pasalnya, dari kuota yang disediakan sebanyak 25 orang untuk tahun ini, jumlah yang mendaftar mencapai ratusan orang.

“Kami sempat kewalahan, karena tidak menyangka masyarakat seantusias ini. Dari 25 kuota pasangan suami istri yang kami sediakan, pendaftarnya sampai ratusan. Bahkan calon pendaftar tidak hanya dari Depok saja, tetapi juga dari wilayah lain ,” ujar Kepala DPAPMK Kota Depok, Nessi Annisa Handari, di Balai Kota, Senin (09/03/20).

Dikatakannya, pihaknya harus melakukan beberapa tahapan seleksi. Mulai dari seleksi administrasi sampai seleksi identitas yang mewajibkan peserta ber-KTP Depok.

“Peserta yang terpilih tentunya sudah melewati seleksi yang cukup ketat dari kami. Untuk angkatan kedua, kuotanya juga sudah full. Jadi, tahun ini dengan berat hati, kami informasikan Sekolah Ayah Bunda sudah ditutup pendaftarannya,” terangnya.

Di lokasi terpisah, salah satu warga RT 06 RW 14 Kelurahan Pancoran Mas, Citra Mutia Dewi membenarkan hal tersebut. Dirinya tidak mendapatkan kuota karena harus bersaing dengan pendaftar lainnya.

“Program ini sangat bagus dan saya berminat untuk ikut. Tapi apa daya, mungkin kecepatan saat mendaftar juga diperlukan. Mudah-mudahan tahun depan, kuota peserta Sekolah Ayah Bunda bisa ditambah dan saya mendapatkan kesempatan itu,” tutup ibu dua anak tersebut. (JD 08/ED 01/EUD 02)

YOUR REACTION?