Sekretaris Daerah Kota Depok, Supian Suri (dua dari kiri), Ketua Forum Kota Depok Sehat Elly Farida (tengah) berfoto bersama Kepala Bappeda Kota Depok, Dadang Wihana, Kepala Dinkes Kota Depok, Mary Liziawati dan para camat, di sela-sela Raker FKDS 2021, di Aula Teratai, Lantai 1, Balai Kota, Kamis (02/12/21). (Foto: JD 04/Diskominfo)

berita.depok.go.id - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Supian Suri mengatakan, untuk mewujudkan Depok menjadi Kota Sehat, perlu kolaborasi lintas sektor yang tergabung dalam pentahelix. Namun, pemerintah menjadi bagian yang utama atau sebagai motor penggerak bagi unsur-unsur yang lain.

"Pemerintah dalam hal ini camat dan lurah harus paham makna Kota Sehat, empat komponen lainnya mengikuti dengan bagiannya masing-masing," ujarnya dalam sambutan Raker Forum Kota Depok Sehat, di Aula Teratai, Lantai 1, Balai Kota, Kamis (02/12/21).

Dalam mendorong terwujudnya Kota Sehat, lanjut Supian Suri, dapat dimulai dari penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kemudian, menggeliatkan kembali kerja bakti di lingkungan.

"Kolaborasi harus ditingkatkan, kuatkan kebersamaan untuk melahirkan generasi yang maju," tuturnya.

Dirinya mengungkapkan, hingga tahun ini baru terdapat 17 kelurahan yang berstatus Open Defecation Free (ODF) atau Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Pemerintah Kota Depok, sambungnya, akan terus berupaya menuntaskan permasalahan tersebut.

"Tingkat derajat kesehatan itu 40 persennya faktor lingkungan dan 30 persen perilaku masyarakat. Untuk itu, saya tekankan PHBS ini dilaksanakan," pungkasnya. (JD 05/ED 01/EUD02)

YOUR REACTION?