DLHK Kota Depok melaksanakan kegiatan konsultasi publik rencana pengelolaan Tahura, di Aula Kantor Kelurahan Pancoran Mas, Jumat (11/12/20). (Foto: JD 08/Diskominfo).

berita.depok.go.id-Setelah melalui beberapa proses, Rencana Pengelolaan Taman Hutan Raya (Tahura) Pancoran Mas (Panmas) memasuki tahap akhir. Tahapan tersebut yaitu konsultasi publik yang melibatkan RT, RW setempat, lurah, camat, tokoh masyarakat dan penggiat lingkungan.

“Ya, kami sudah masuk tahap akhir setelah melalui beberapa proses, sejak Oktober 2020,” ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Tahura Purnomo Sujudi, usai kegiatan konsultasi publik rencana pengelolaan Tahura, di Aula Kantor Kelurahan Pancoran Mas, Jumat (11/12/20).

Adapun, lanjutnya, proses yang telah dilalui seperti analisis potensi, wawancara, dan kueisioner warga sekitar. Termasuk hasil analisis dari akademisi berupa dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP).

“Nah, proses panjang yang sudah kita lalui ini, hasilnya disampaikan ke publik hari ini. Setelah itu, kami menjaring saran dan masukan, baru proses lanjutannya adalah laporan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk diterbitkan Surat Keputusan (SK)-nya,” terangnya.

Dikatakan Purnomo, jika seluruh tahapan berjalan sesuai target, maka pembangunannya akan dilakukan di tahun 2022. Tentunya disesuaikan dengan kemampuan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Depok.

"Setelah tahapan ini, kita harus turunkan masterplan itu sebagai Detail Engineering Design (DED), baru bisa merumuskan anggaran. Mudah-mudahan berjalan sesuai rencana,” jelasnya.

Untuk diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui UPTD Tahura Kota Depok akan melakukan pengelolaan Tahura yang berada di Jalan Cagar Alam, Kecamatan Pancoran Mas menjadi lokasi ekowisata. Ke depan akan dipetakan beberapa zona seperti  kawasan konservasi dan budidaya tumbuh-tumbuhan yang ada di dalamnya. (JD 08/ED 01/EUD02)

YOUR REACTION?