Saat pelatihan pendataan kondisi kesehatan oleh UPTD Puskesmas Sukatani di aula Kantor Kelurahan Sukatani, Rabu (02/12/20). Foto : Diskominfo.

berita.depok.go.id-Sebanyak 52 kader Posyandu di Kelurahan Sukatani mendapatkan pelatihan pendataan mengenai kondisi kesehatan masyarakat. Pendataan dilakukan agar perencanaan yang dibuat di tahun depan tepat sasaran.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Sukatani, Rika Astiti mengatakan, pihaknya sejak pandemi Covid-19 belum sempat melakukan koordinasi tatap muka, dengan para kader posyandu. Karena itu, banyak data yang belum diperbarui.

"Di akhir tahun, sebelum kami memulai perencanaan di tahun depan, kami mengumpulkan kader untuk mengkoordinasikan data-data yang dibutuhkan pada perencanaan di tahun depan," tuturnya kepada berita.depok.go.id, usai kegiatan pelatihan di aula kantor Kelurahan Sukatani, Rabu (02/12/20).

Dia mengatakan, pertemuan ini penting dilakukan agar data yang didapat lebih lengkap dan rapi. Sebab, perencanaan kegiatan harus berlandaskan dari data.

Dia memaparkan, banyak data yang dibutuhkan, seperti jumlah bayi, balita, pasangan usia subur, data jumlah rumah, fasilitas ibadah, saran pendidikan dan lainnya. Kemudian, ujarnya, pada kondisi dasar rumah diperlukan data yang terperinci.

"Seperti sarana sanitasi dasar (Sasandar), akses air bersih, jamban yang sehat. Terlebih, Kelurahan Sukatani sudah mendapatkan piagam Open Defecation Free (ODF) atau stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS)," paparnya.

Oleh karena itu, sambung Rika, saat ini butuh pengecekan ulang guna memastikan Sukatani masih 100 persen ODF. Data-data seperti itu tidak bisa didapatkan oleh Puskesmas, harus dari kader yang memberikan laporan.

"Semoga dengan pertemuan ini data yang dibutuhkan dapat dikumpulkan. Serta perencanaan ke depan dapat dilakukan berdasarkan data dan tepat sasaran," tutupnya. (JD 09/ED 02/EUD02)

YOUR REACTION?