Saat UPTD Puskesmas Cinere sedang melakukan sosialisasi di Kelurahan Cinere, Jumat (09/10/20) (Foto : Istimewa)

berita.depok.go.id-Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Cinere terus mensosialisasikan perkembangan terbaru Covid-19 serta penangaan ke setiap kelurahan di wilayah kerjanya. Sosialisasi tersebut diberikan kepada Gugus Tugas Penanganan Percepatan (PP) Covid-19 Tingkat Kelurahan dan Pengurus Kampung Siaga Covid-19.

Kepala UPTD Puskesmas Cinere, Siti Muhimatul, mengatakan, pihaknya menyampaikan perkembangan Covid-19 sesuai pedoman penanganan Covid-19 revisi lima dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Pedoman tersebut mengenai kriteria pasien, pemeriksaan rapid dan swab, alur pemantauan pasien positif, kriteria rujukan pasien Covid-19 positif.

“Selain itu, juga disampaikan sosialisasi pelayanan Covid-19 di Puskesmas Cinere. Yaitu mengenai pemantauan pasien isolasi mandiri, pelaporan pasien meninggal, dan koordinasi dengan Satgas Covid di tingkat kelurahan,” tuturnya kepada berita.depok.go.id, Jumat (09/10/20).

Dia menjelaskan, sebelum sosilisasi di Kelurahan Cinere hari ini, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi di Kelurahan Pangkalan Jati pada 5 Oktober 2020. Kemudian, di Kelurahan Gandul tanggal 6 Oktober 2020 dan Kelurahan Pangkalan Jati Baru tanggal 7 Oktober 2020.

Siti juga mengimbau, Gugus Tugas Kelurahan dan Kampung Siaga, walaupun di setiap RT-RW tidak ada kasus positif, namun harus tetap mematuhi protokol kesehatan. Yakni dengan memakai masker di setiap kegiatan, menjaga jarak dan selalu cuci tangan, termasuk juga anak balita yang bermain di luar rumah.

“Saya berharap dengan sosialisasi yang dilakukan dapat mempermudah koordinasi antara Puskesmas dengan Gugus Tugas Kelurahan dan Kampung Siaga terkait penanganan pasien dan kontak eratnya,” harapnya.

Di tempat berbeda, Lurah Cinere Pupung menambahkan, masyarakat diminta untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19, terutama jika beraktivitas di luar rumah. Apabila di lingkungan terdapat kasus konfirmasi Pengurus Kampung Siaga Covid-19 harus memperhatikan keluarga pasien yang terkonfirmasi.

“Keluarga pasien positif harus diberikan perhatian lebih dan jangan sampai ada stigma negatif. Sebab, dalam situasi seperti ini keluarga pasien juga memerlukan dukungan dari lingkungannya,” tandasnya. (JD 09/ED 02/EUD02)

YOUR REACTION?