Ketua TP-PKK Provinsi Jawa Barat, Atalia Praratya memberikan apresiasi dalam sambutannya pada peluncuran Program D'Sunting Menara, belum lama ini. (Foto: JD 04/Diskominfo)

berita.depok.go.id - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Jawa Barat (Jabar), Atalia Praratya merasa bangga dengan peluncuran program Depok Bebas Stunting Menuju Kota Ramah Anak (D'Sunting Menara) oleh TP-PKK Kota Depok. Melalui program ini diharapkan membantu mewujudkan target Zero New Stunting atau bebas kasus baru stunting di Jawa Barat pada 2023.

"Prevalensi stunting di Kota Depok sudah jauh lebih baik dibanding Jabar dan daerah lainnya yakni 4,7 persen," ujarnya saat menghadiri peluncuran prpgram D'Sunting Menara secara virtual, Senin (22/11/21).

Atalia mengungkapkan, prevalensi stunting di Provinsi Jabar pada 2019 sebesar 31,1 persen dan 2020 turun menjadi 26,2 persen. Sementara untuk 2021 belum diketahui jumlahnya.

Dia menyebut, kasus stunting di Jawa Barat disebabkan oleh beberapa faktor. 40 persen di antaranya karena pernikahan dini di bawah 18 tahun.

"Kami berharap Depok jadi kota pertama yang tidak ada lagi penambahan kasus baru (zero new stunting)," kata Atalia.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kota Depok, Elly Farida menuturkan, pihaknya memiliki lima inovasi dalam program D'Sunting Menara. Di antaranya, Gerakan Cepat Cegah Stunting bersama Tutor Keluarga (Gercep Canting Surga) dan Kunjungi Keluarga Rawan dengan Tanda Kasih (Kawan Kasih).

Kemudian, Dongeng Orang Tua Agar Gemar Mengonsumsi Makanan Sehat Menghindari Stunting Anak Usia Dini (Dora Masa Kini), Masyarakat Depok Suka Makanan B2SA Cegah Stunting (Mpok Sukma Bawa Canting), serta Ojek Cantik Membawa Makanan Balita Stunting (Ocan Bananas).

"Ada juga kendaraan mobil literasi yang siap mengedukasi warga terkait bahaya stunting, itu sangat kami apresiasi," pungkasnya. (JD 05/ED 01/EUD02)

YOUR REACTION?