Suasana pelatihan olahan produk lokal yang diadakan oleh Kelurahan Pancoran Mas di Hotel Bumi Wiyata, Jumat (04/12/20). (Istimewa).

berita.depok.go.id - Pelatihan Olahan Produk Lokal yang diadakan oleh Kelurahan Pancoran Mas kini memasuki gelombang terakhir. Pada sesi ini, para peserta selain dari anggota Karang Taruna (Katar) dan Warga Peduli Aids (WPA), juga melibatkan penyintas narkoba.

Lurah Pancoran Mas, Suganda mengatakan, pelatihan tersebut diikuti sebanyak 25 peserta. Adapun materi pelatihan yang diberikan yaitu cara membuat sirup jelly.

"Alhamdulillah, antusias mereka tinggi untuk belajar mengolah makanan," katanya kepada berita.depok.go.id, ditemui di lokasi pelatihan di Hotel Bumi Wiyata, Jumat (04/12/20).

Dikatakannya, dalam pelatihan ini pihaknya sengaja melibatkan para mantan pengguna narkoba. Hal tersebut dilakukan guna meningkatkan kreativitas dan keterampilan mereka, sehingga menjauhkan diri dari hal-hal negatif.

"Mereka juga sudah banyak mempelajari hal-hal baru, seperti belajar merias, potong rambut, membuat sabun, dan lain-lain. Sekarang kami coba mereka mengembangkan olahan lokal," ujar Suganda.

Di tempat yang sama, Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Pancoran Mas, Mohammad Soleh menjelaskan, pelatihan ini diadakan sejak 25 November hingga 04 Desember 2020. Dengan jumlah peserta sebanyak 150 orang dan terbagi dalam lima gelombang.

"Kami berharap setelah pelatihan ini, para peserta dapat meningkatkan kapasitas usahanya sehingga bisa bersaing dengan produk lokal dari wilayah lainnya," tutupnya. (JD 05/ED 01/EUD02)

YOUR REACTION?