Workshop 1000 HPK secara virtual. (Foto: Istimewa)

berita.depok.go.id-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok mengajak seluruh lintas sektor untuk terlibat dalam penanganan masalah gizi. Pasalnya, demi mencegah stunting atau tumbuh pendek pada anak, tidak saja dipandang sebagai masalah kesehatan, namun menjadi tanggung jawab bersama. 

"Penanganan masalah gizi sebagai pencegahan stunting perlu sinergisitas dari lintas sektor di Kota Depok," kata Kepala Dinkes Kota Depok, Novarita saat Workshop 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) via virtual, Rabu (16/09/20). 

Dikatakan Novarita, permasalahan terkait gizi ini tidak bisa hanya ditangani oleh pemerintah daerah saja. Namun, perlu keterlibatan dan dukungan dari pemangku kepentingan lain seperti mitra pembangunan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), perguruan tinggi, organisasi profesi, dan organisasi kemasyarakatan. 

Novarita menambahkan, kesuksesan perbaikan gizi merupakan lanjutan dari keberhasilan bidang penyedia makanan, perubahan perilaku, dan peningkatan pengetahuan. Selain itu juga perbaikan lingkungan, penyediaan sarana air bersih, serta lapangan kerja. 

"Juga penyediaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan, dan berbagai faktor determinan lainnya sangat mempengaruhi perubahan status gizi untuk mencegah stunting," tandasnya. (JD02/ED02/EUD02)

YOUR REACTION?