Wali Kota Depok, Mohammad Idris saat membuka Musrenbang Rencanana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Depok 2021-2026, di DeCOR, Balai Kota, Senin (10/05/21). (Foto: JD 01/Diskominfo).

berita.depok.go.id - Pemerintah Kota Depok menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Depok tahun 2021-2026. Dalam tahapan ini, pihaknya mendengarkan saran dan masukan dari stakeholder, untuk menyempurnakan draft RPJMD yang telah dibuat.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris menuturkan, Musrenbang merupakan tahapan lanjutan yang dilakukan dalam menyusun rancangan RPJMD periode 2021-2026. Dikatakannya, sebelumnya telah dilaksanakan, pembahasan rancangan awal bersama DPRD yang dituangkan dalam nota kesepakatan. Kemudian, dilanjutkan dengan konsultasi publik kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan menggelar Forum Rencana Strategis (Renstra) Perangkat Daerah.

"Masukan dan saran untuk penyempurnaan rancangan awal sangat diharapkan. Tentunya mengacu pada Visi dan Misi Kota Depok," katanya saat menghadiri Musrenbang RPJMD 2021-2026 di DeCOR, Balai Kota, Senin (10/05/2021).

Masing-masing misi ini, lanjut Mohammad Idris, telah dituangkan dalam sejumlah indikator yang menjadi ukuran keberhasilan dan terwujudnya kegiatan setiap tahun. Salah satunya yaitu mewujudkan masyarakat yang religius dan berbudaya, berbasis kebhinekaan dan ketahanan keluarga.

Mohammad Idris menjelaskan, dalam misi ini terdapat beberapa indikator. Antara lain indeks kebahagiaan masyarakat Kota Depok yang pada 2020 sebesar  74,42 poin akan ditingkatkan menjadi 76 poin pada 2026, serta indeks pendidikan dari 76,27 menjadi 79,77 poin.

"Sementara indeks kebhinekaan diukur melalui menurunnya angka konflik sosial yang sebelumnya 1,88 poin relatif rendah. Namun, harus terus diturunkan sampai 1,58 pada 2026," tandasnya. (JD 05/ED 01/EUD02)

YOUR REACTION?