Wali Kota Depok, Mohammad Idris.

berita.depok.go.id - Berbagai upaya terus dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Depok guna mempercepat penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Termasuk mempersiapkan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) untuk pemeriksaan Swab Polymerase Chain Reaction (PCR). 

"Kami sedang menyiapkan, baik dari sarana prasarana, Sumber Daya Manusia (SDM) dan juga prosedurnya untuk pemeriksaan Swab PCR," tutur Wali Kota Depok, Mohammad Idris, kepada  berita.depok.go.id, Rabu, (08/04/20).

Meski begitu, kata Mohammad Idris, pihaknya masih menemukan kendala dalam persiapan Biosafety Laboratorium agar bisa melakukan pemeriksaan PCR. Sebab, persiapannya harus dilakukan secara cermat dan memenuhi syarat yang ditentukan oleh Kementian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia.

"Kendala saat ini adalah persiapan Biosafety Laboratorium untuk bisa memenuhi syarat pemeriksaan PCR yang masih dalam tahap proses," ujarnya. 

Lebih lanjut, dirinya menyebutkan, perkembangan kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kota Depok , 2003 orang. Selanjutnya, kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 521 orang.

Dirinya menambahkan, untuk PDP yang meninggal, saat ini berjumlah 31 orang. Namun demikian, status PDP tersebut merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif, karena harus menunggu hasil pemeriksaan PCR, yang datanya hanya dikeluarkan oleh Public Health Emergency Operating Center (PHEOC) Kemenkes RI.

"Sementara untuk kasus konfirmasi sebanyak 73 orang, yang sembuh 10 orang, dan meninggal 8 orang," tutupnya.  (JD 09/ED 01/EUD 02)

YOUR REACTION?