Gubernur Jabar saat sambutan pada kegiatan penandatanganan perjanjian pemberian dan pinjaman PEN daerah provinsi jawa barat tahun 2021, secara virtual di ruang DeCor, Balai Kota Depok, Rabu (30/12/20). (Diskominfo)

berita.depok.go.id- Pemerintahan Kota (Pemkot) Depok siap mempercepat pembangunan dengan mengoptimalkan delapan sumber anggaran yang disarankan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Dengan begitu, diharapkan kesejahteraan masyarakat bisa tercapai secara maksimal.

“Kami akan manfaatkan sumber dana dari delapan pintu yang disebutkan tadi oleh bapak Gubernur. Teknisnya  kami bicarakan dengan Bappeda dan Perangkat Daerah terkait,” tutur Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial, Setda Kota Depok, Sri Utomo di sela penandatanganan perjanjian pemberian dan pinjaman PEN daerah provinsi jawa barat tahun 2021, secara vrtual di ruang DeCor, Balai Kota Depok, Rabu (30/12/20).

Dikatakannya, Pemkot Depok mendapatkan bantuan dana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 10 miliar dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa barat (Jabar). Anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan pasar tradisional di wilayah barat.

"Terima kasih atas bantuan dan dukungan yang diberikan Pemprov Jabar. Mudah-mudahan dana ini bisa bermanfaat untuk kesejahteraan warga Depok,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil meminta seluruh kota/kabupaten untuk mempercepat pembangunan. Hal ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan delapan sumber anggaran yang dimiliki Jabar.

“Untuk membangun Jabar, ada delapan pintu yang bisa dimanfaatkan. Pemkot bisa menggunakan anggaran dari sumber tersebut,” ujar Gubernur Jabar

Dijelaskannya, delapan pintu tersebut antara lain, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) lokal serta Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

“Selain itu, ada juga dana pinjaman terutama dari Bank BJB. Ini sangat bisa dimanfaatkan. Kemudian dana CSR, dana umat dan yang belum dioptimalkan adalah obligasi daerah. Kami harap Pemkot bisa melihat peluang tersebut,” jelasnya. (JD 08/ED 01/EUD02)

YOUR REACTION?