Wali Kota Depok, Mohammad Idris. (Foto : Diskominfo)

berita.depok.go.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok siap berkoordinasi dengan Kantor Pos Indonesia dalam penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) kepada masyarakat terdampak pandemi virus Corona atau Covid-19. Terutama, berkaitan dengan data penerima manfaat.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, Kantor Pos bertanggung jawab terhadap pendistribusian Bansos tersebut hingga kepada penerima manfaat sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan. Namun, jika terkendala dengan data penerima manfaat, pihaknya siap membantu melalui Dinas Sosial  (Dinsos) Kota Depok.

"Kantor Pos bisa berkoordinasi dengan Dinsos Kota Depok bila ada kendala dengan data penerima manfaat," tuturnya kepada berita.depok.go.id, Minggu (28/06/20).

Dikatakannya, Kantor Pos merupakan lembaga yang secara resmi ditunjuk oleh Pemrov Jabar untuk mendistribusikan bantuan tersebut. Khususnya kepada masyarakat terdampak pandemi virus Corona atau Covid-19 di Kota Depok.

"Oleh karena itu, berkenaan dengan paket Bansos Provinsi Jawa Barat yang diberitakan banyak membusuk, dengan ini disampaikan bahwa tanggung jawab distribusinya adalah lembaga yang secara resmi ditunjuk oleh Pemprov Jawa Barat, dalam hal ini Kantor
Pos," ujarnya.

Lebih lanjut, Mohammad Idris menyebutkan, perkembangan kasus pasien sembuh Covid-19, hari ini bertambah satu orang. Dengan demikian, total pasien sembuh  menjadi 499 orang atau 65,92 % dari seluruh kasus konfirmasi positif yang ada.

Sementara kasus konfirmasi positif bertambah sebanyak tiga kasus. Penambahan tersebut berasal dari tindaklanjut program rapid test Kota Depok yang ditindaklanjuti dengan Swab di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) dan PCR di Laboratorium RS Universitas Indonesia (UI) sebanyak tiga kasus.

"Dengan penambahan ini, maka total pasien konfirmasi positif sebanyak 757 orang dan pasien yang meninggal dunia 34 orang," terangnya.

Kemudian, sambungnya, untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) yang selesai pemantauan hari ini pun bertambah 16 orang dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) dua orang. Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang selesai pengawasan bertambah dua orang.

"Sementara PDP yang meninggal saat ini berjumlah 115 orang atau tidak terdapat penambahan dibanding hari sebelumnya. Meski begitu, status PDP ini merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif, karena harus menunggu hasil PCR, yang datanya hanya dikeluarkan oleh Public Health Emergency Operating Center (PHEOC) Kemenkes RI," tandasnya. (JD 05/ED 01/EUD02)

YOUR REACTION?