Paparan PT Pertamina (Persero) tentang peta sebaran Pertashop di seluruh Indonesia, melalui virtual Zoom Meeting, Rabu (09/09/20).  (Foto: JD 04/Diskominfo).

berita.depok.go.id –Pemerintah Kota (Pemkot) Depok siap mendukung program pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) skala kecil atau disebut Pertashop. Program tersebut digagas oleh PT Pertamina (Persero) dan  Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI untuk wilayah pedesaan yang minim dengan sarana penyalur bahan bakar.

Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Kota Depok, Muchsin Mawardi menuturkan, Pemkot menyambut baik adanya inovasi penyediaan layanan pengisian bahan bakar tersebut. Dikatakannya, dalam waktu dekat Perangkat Daerah (PD) terkait akan menggelar rapat guna membicarakan hal tersebut. Termasuk menindaklanjutinya kepada PT Pertamina (Persero).

"Program  ini sangat baik diterapkan di wilayah perbatasan Kota Depok dengan kota lainnya, seperti Kecamatan Tapos, Bojongsari, dan lain-lain. Kami akan berkoordinasi dengan PT Pertamina juga tentunya," tutur Muchsin usai mengikuti rapat secara virtual dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI dan PT Pertamina di DeCOR, lantai 5, Balai Kota, Rabu (09/09/20).

Sementara itu, Mendagri RI, Tito Karnavian mengatakan, kehadiran Pertashop ini untuk mempermudah jangkauan masyarakat mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG. Sebab, imbuhnya, berdasarkan data yang dimiliki, SPBU masih minim di tingkat kecamatan.

"Layanan SPBU belum menjangkau hingga ke desa, sehingga daya beli pun besar. Dengan mendekatkan layanan BBM ke masyarakat akan lebih efisien dan juga stimulus untuk pembangunan di desa," katanya.

Tito menyebutkan, PT Pertamina (Persero) telah meluncurkan program tersebut di Provinsi Bali sejak Februari lalu. Sampai Agustus 2020, terdapat 500 Pertashop yang telah dibangun dan beroperasi.

"Kami berharap dukungan dan komitmen kepala daerah dalam mengembangkan Pertashop," terangnya. (JD 05/ED 01/EUD02)

YOUR REACTION?