Puluhan pelajar antusias simak materi terkait perundang-undangan yang disampaikan narasumber dari Kejari Depok dalam program Jaksa Masuk Sekolah. (Diskominfo)

berita.depok.go.id-Pemerintah Kota (Pemkot) Depok merespons positif dengan adanya kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS). Kegiatan yang diinisiasi Kejaksaan Dalam Negeri (Kejari) Depok tersebut, dinilai selaras dengan program Kota Depok. 

"Kegiatan penyuluhan ini bentuk sinergisitas antarlembaga, karena kita juga memiliki program yang sama, dengan sasaran para pelajar," kata Kepala Bagian (Kabag) Hukum Setda Kota Depok, Salviadona Tri Partita di Balai Kota Depok, belum lama ini.

Menurutnya, dengan rutin melakukan penyuluhan hukum memiliki dampak positif terhadap perkembangan pengetahuan dan karakter. Diharapkan, program tersebut meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat, khususnya generasi milenial terkait hukum. 

Dia menambahkan, dalam penyuluhan tersebut, materi yang biasanya diberikan cukup beragam. Mulai dari perundang-undangan, pencegahan penyalahgunaan narkoba, hingga hak-hak anak.

"Mudah-mudahan ke depan, sinergisitas ini terus terjalin dengan baik," harapnya. 

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Depok, Arief Syafrianto menuturkan, tujuan program JMS guna meningkatkan pemahaman generasi milenial terhadap produk-produk hukum yang berlaku di Indonesia. Seperti undang-undang dan mengenal keakraban lembaga Kejaksaan dengan tupoksinya di kalangan pelajar. 

Apalagi, ujar Arief, pelajar SMA adalah pelaksanaan tugas peningkatan kesadaran hukum. Poin ini, imbuhnya, merujuk pada amanat UU Nomor 16/2004 tentang Kejaksaan, yang menjadi salah satu tugas dan wewenang insatansi Kejaksaan RI.

“JMS ini diharapkan menghasilkan siswa taat hukum dan memiliki sifat kreatif dan inovatif," pungkasnya. (JD 07/ED 02/EUD 02)

YOUR REACTION?