Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna. (Diskominfo)

berita.depok.go.id-Pemerintah Kota (Pemkot) Depok berkomitmen pelaksanaan pemotongan hewan kurban selain sesuai syariat, juga mengikuti protokol kesehatan. Pasalnya, tahun ini penyelenggaraan Idhuladha 1441 Hijriah dalam kondisi pandemi Covid-19. 

Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna menuturkan, pihaknya berupaya memberikan jaminan ketentraman batin pelaksanaan hewan kurban. Salah satunya memastikan hewan kurban sehat dan layak untuk disembelih.

"Pelaksanaan kegiatan kurban berupa penjualan dan pemotongan, perlu dilakukan persiapan dan penyesuaian standarisasi," katanya, kepada  berita.depok.go.id, Rabu (22/07/20).

Seperti, sambungnya, menyiapkan petugas untuk mengawasi protokol kesehatan serta melakukan disinfektan sebelum dan sesudah pelaksanaan salat. Selain itu, panitia wajib menyediakan tempat cuci tangan, hand sanitizer, thermogun, dan mengatur jarak minimal 1,5 meter.

Pradi juga meminta bantuan perangkat kelurahan dan kecamatan dalam proses pemantauan dan pengawasan. Baik di lapak-lapak penjualan, maupun saat proses penyembelihan hewan hingga empat hari ke depan.

Dikatakannya, untuk saat ini, camat wajib memastikan pengurusan izin tempat penjualan hewan kurban melalui kecamatan setempat. Sementara lurah, melakukan pengawasan terhadap lokasi yang dilarang berjualan sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Depok Nomor 16 Tahun 2012 tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum. 

"Lurah bertugas melakukan pemetaan wilayah dalam upaya melokalisir lapak. Selain itu, lurah juga diminta melaporkan data dan perkembangan setiap hari, jangan sampai ada yang berjualan di trotoar, jembatan, dan Jembatan Penyebrangan Orang (JPO)," tutupnya. (JD 07/ED 01/EUD02)

YOUR REACTION?