Kepala Dinas Komunikas dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok, Sidik Mulyono bersama Kepala Bappeda (kiri) saat mengikuti kegiatan Webinar Best Practice dan Penilaian Indeks Inovasi Daerah Tahun 2021 di DeCOR, Balai Kota, Rabu (04/08/21). (JD04/Diskominfo).

berita.depok.go.id- Pemerintah Kota (Pemkot) Depok hari ini mengikuti webinar Best Practice Inovasi Daerah dan Pengukuhan dan Penilaian Indeks Inovasi Daerah Tahun 2021 yang diadakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. Dalam acara tersebut juga ditampilkan peraih Innovative Government Award (IGA) Tahun 2020 sebagai narasumber.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Pengembangan Penelitian (Bappeda),  Widyati Riyandani mengatakan, pihaknya telah melakukan evaluasi secara mandiri untuk mempersiapkan penilaian indeks inovasi daerah tahun 2021. Evaluasi dilakukan agar saat proses input data indeks inovasi daerah sesuai dengan indikator penilaian yang ditetapkan oleh Kemendagri RI.

"Update kita, saat ini kurang lebih 58 inovasi yang sudah kita input," ujarnya, kepada berita.depok.go.id, di Depok City Operational Room (DeCOR), Balai Kota, Rabu (04/08/21).

Dirinya berharap, Kota Depok dapat mempertahankan penilaian indeks inovasi daerah pada kategori sangat inovatif, seperti tahun lalu. Untuk meraihnya, perlu dukungan dan kerja sama dari seluruh pihak terkait, termasuk Perangkat Daerah (PD).

"Mari kita siapkan, kita lengkapi dokumen-dokumen pendukungnya. Tadi ada masalah regulasi, ada dokumentasi kegiatan inovasinya, dan lainnya sebagai scoring untuk memenuhi kategori sangat inovatif," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Litbang Kemendagri RI, Agus Fatoni mengimbau, pemerintah daerah segera melaporkan hasil inovasi di wilayahnya. Sebab, peta persaingan antar pemerintah daerah terus berjalan secara kompetitif.

"Sebagai infomasi saja, update input indeks tahun 2021 per 4 Agustus, ada lima provinsi tertinggi yaitu Provinsi Nusa Tenggara Barat, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Papua, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Data ini masih bersifat sementara, menunjukan bahwa persaingan ketat dan cepat sekali berubah," ungkapnya. (JD12/ED 01/EUD02)

YOUR REACTION?