Wali Kota Depok Mohammad Idris. (Foto : Diskominfo)

berita.depok.go.id-Pemerintah Kota (Pemkot) Depok  telah mengalokasikan anggaran untuk bantuan sosial (bansos) selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).  Adapun bantuan yang diberikan sebesar Rp 250.000 kepada setiap Kepala Keluarga (KK) dari total 30 ribu KK yang terdampak pandemi Covid-19.

Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan, pihaknya telah menyiapkan bansos yang  bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 7,5 miliar. Bantuan tersebut akan disalurkan melalui kecamatan dan kelurahan setempat.

“Dasar dari  bansos yang diberikan kepada  30 ribu KK itu untuk mengatisipasi jika mereka tidak mendapat bantuan dari Pemprov Jawa Barat dan pemerintah pusat. Karena jumlah ini di luar dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) maupun kriteria dan syarat yang ada,” ucapnya kepada berita.depok.id Selasa (14/04/20).

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos (Dinsos) Kota Depok, Tri Redjeki Handayani menyebutkan, terdapat kriteria bagi warga yang menerima bantuan tersebut. Antara lain, warga yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau dirumahkan sehingga tidak memiliki penghasilan, pekerja yang mendapat pengurangan gaji, serta pelaku usaha yang mengalami penurunan omzet.

Lebih lanjut, dirinya menuturkan, sebelumnya, kata Tri Redjeki, pihaknya  juga telah mengirimkan data  sebanyak 71.000 Kepala Keluarga (KK)  ke Pemprov Jawa Barat untuk kemudian diverifikasi sebagai penerima bantuan ekonomi sebesar Rp 500.000. Saat ini pihaknya masih menunggu kuota  penerima Bansos dari Pemprov Jawa Barat dan pemerintah pusat.

“Kita masih menunggu kuota pastinya. Begitupun yang bantuan dari pusat. Intinya jangan sampai tumpang tindih, bantuan harus tepat sasaran,” tutupnya. (JD 03/ED 01/EUD02)

YOUR REACTION?