Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana (kiri), bersama Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono (tengah), dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok (kanan) Mohamad Thamrin saat mengikuti workshop Sekolah Sehat Pemerintah Kota Depok dan LemonPotts, Jumat 21 Mei 2021. (Foto: Istimewa)

berita.depok.go.id-Adanya rencana pembukaan sekolah tatap muka dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) pada Juli 2021, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk berinovasi mengembangkan pola penyelenggaraan pendidikan di masa pandemi. Yaitu, pola penyelenggaraan pendidikan yang lebih sistemik dan kolaboratif  dengan konsep Hepta Helix.

Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan, konsep Hepta Helix melibatkan berbagai pihak seperti pemerintah, swasta, akademisi, institusi pendidikan, NGOs pendidikan,  siswa dan para orang tua siswa. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah dengan menyiapkan sebuah infrastruktur sistem aplikasi digital sebagai langkah preventif  untuk mengurangi risiko paparan Covid-19 di sekolah-sekolah yang berada di Kota Depok.

“Dihadapkan hal di atas dan menyambut Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei, Pemkot Depok bersama LemonPotts Sinergia Indonesia, telah menyelenggarakan workshop virtual  dengan tema Sekolah Sehat di Masa Pandemi, pada hari Jumat 21 Mei lalu. Pertemuan ini dihadiri Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono, Kepala Dinas Pendidikan, Mohamad Thamrin, dan tim dari LemonPotts,” ujarnya, melalui rilis yang diterbitkan Jumat (21/05/21).

Dikatakannya, salah satu tujuan dari workshop yang diinisiasi oleh Pemkot Depok ini, adalah dalam rangka mencari sinergi penerapan teknologi platform digital dan membantu pembuatan jaminan monitoring keamanan, serta kesehatan pembelajaran tatap muka di Kota Depok secara real time.

Dia menuturkan, dalam diskusi virtual ini, Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono juga menyambut baik ide dan inovasi platform digital sekolah sehat. Imam menegaskan, pembukaan sekolah di Kota Depok yang berpenduduk 2,3 juta jiwa  ini, harus dilakukan secara terencana, penuh kehati-hatian  dengan  protokol kesehatan yang ketat dan terkoordinasi antara Satgas Penanganan Covid-19 dengan Dinas Pendidikan.

“Menurut data yang dimiliki oleh Pemkot Depok, banyak kasus Covid-19 yang menimpa anak usia sekolah di Kota Depok berasal dari orang tua atau keluarga di rumah, sehingga pencegahan, penanganan dan monitoring kesehatan anak harus melibatkan partisipasi orang tua, yang diawali dengan proses edukasi kepada para orang tua siswa,” terangnya.

Sementara itu, perwakilan Tim LemonPotts, Asyfida Bella mengatakan, berdasarkan penelitian komprehensif ditemukan bahwa kesehatan fisik, jasmani, dan rohani termasuk kondisi infrastruktur sekolah serta dukungan keluarga siswa berpengaruh pada kesehatan siswa. Dikatakannya, platform digital ‘Bee Well’ diprediksi mampu menghubungkan sekolah sebagai  tempat belajar, bertumbuh, dan berkembang para siswa, dengan dokter, psikolog serta pakar ahli pendidikan.

“Berdasarkan penelitian global Tim Bee Well selama lima tahun, ditemukan kesimpulan bahwa akar dari tumbuh kembang IQ dan EQ siswa yang baik tidak hanya fokus pada akademik namun juga termasuk kesehatan. Dengan kondisi pendemi Covid-19 saat ini, maka monitoring kesehatan siswa secara real time menjadi krusial,” kata Riri Nasution yang juga founder start-up Bee Well. (JD 12/ED 01/EUD02)

YOUR REACTION?