Penyuluh Puspaga Kota Depok, Anita Widayanti, saat memberikan kematerian melalui aplikasi Zoom Meeting, Selasa (03/11/20). (Diskominfo)

berita.depok.go.id-Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui program Ceria Bersama Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) memberikan edukasi mengenai perkembangan remaja kepada pelajar di SMAN 4 Depok. Pada kesempatan itu, pihaknya mengajak mereka agar menjauhi rokok dan narkoba.

Penyuluh Puspaga Kota Depok, Anita Widayanti mengatakan, kecanduan terhadap rokok sama dengan narkoba. Keduanya berawal dari coba-coba kemudian terjerat nikotin.

"Semakin muda seseorang memulai merokok, apalagi di usia anak, semakin kuat kecanduan dan sulit berhenti merokok," katanya, di hadapan puluhan pelajar SMAN 4 Depok, Selasa (03/11/20).

Dikatakannya, di usia anak-anak dan remaja, belum memiliki kemampuan menilai risiko kesehatan. Apalagi, imbuhnya, dampak dalam mengkonsumsi rokok baru dirasakan 5-15 tahun mendatang.

Lebih lanjut, kata Anita, selain memiliki dampak negatif terhadap perokok, asap dari rokok juga sering kali berdampak negatif terhadap orang yang tidak merokok atau perokok pasif. Dirinya mengutip data dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), 40 juta anak balita menjadi perokok pasif.

"Rokok juga bisa menjadi pintu gerbang mengkonsumsi narkoba," tambahnya.

Dirinya berpendapat, penggunaan obat-obatan terlarang ini dapat merusak masa depan, karena memiliki dampak negatif yang sangat besar. Dari sisi kesehatan, imbuhnya, meningkatkan risiko terjadinya gangguan aliran darah ke otot jantung.

"Dampak psikis menjadi gelisah, hilang kepercayaan diri, dan agitatif. Adapun dari sisi sosial, pengguna bisa mengalami gangguan mental dan anti sosial, serta dikucilkan dari lingkungan," tutupnya. (JD 07/ED 01/EUD02)

YOUR REACTION?