Wali Kota Depok Mohammad Idris meninjau sejumlah pusat perbelanjaan yang akan dibuka dalam waktu dekat.  (JD01/Diskominfo)

berita.depok.go.id- Pemerintah Kota (Pemkot) Depok meminta masyarakat agar tidak euforia dengan kembali dibukanya  aktivitas sosial dan ekonomi secara bertahap. Pasalnya, saat ini Kota Depok masih dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional sebagai transisi menuju Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau new normal.

"Dengan demikian, yang berlaku adalah protokol kesehatan PSBB Proporsional sebagai transisi menuju AKB. Untuk itu, dimohon kepada seluruh elemen supaya memahami kondisi ini dan tidak terjadi euporia ketika beberapa aktivitas sosial dan ekonomi dibuka secara bertahap," tutur Wali Kota Depok, Mohammad Idris, Selasa (16/06/20).

Dikatakannya, pihaknya akan melakukan evaluasi kebijakan yang diterapkan setiap waktu. Dengan berpatokan pada perkembangan kasus Covid-19.

"Kami akan terus mengevaluasi kebijakaan dari waktu ke waktu, dengan memperhatikan secara seksama tren kasus Covid-19 di Kota Depok," ujarnya.

Lebih lanjut, Mohammad Idris menyebutkan, jumlah pasien Covid-19 yang sembuh, hari ini bertambah 23 orang. Dengan demikian, total pasien sembuh sebanyak 410 orang atau mencapai 61,38 persen dari seluruh kasus konfirmasi positif yang ada.

Sementara kasus  konfirmasi positif  bertambah sebanyak 10 kasus. Penambahan tersebut berasal dari tindaklanjut program rapid test Kota Depok yang ditindaklanjuti dengan Swab di Labkesda dan PCR di Laboratorium RS UI.

"Dengan penambahan ini, total pasien konfirmasi positif sebanyak 668 orang dan pasien yang meninggal dunia 34 orang," terangnya. 

Dirinya menuturkan, saat ini pihaknya sedang  melakukan penyisiran kembali terhadap kasus konfirmasi positif yang melakukan isolasi mandiri, untuk diarahkan isolasi di RS Hasanah Graha Afiah (HGA), RS Citra Medika dan RSUD Kota Depok. Sebab, hingga hari ini jumlah kasus konfirmasi positif aktif di Kota Depok sebanyak 224 kasus dan 141 kasus diantaranya melakukan isolasi mandiri.

"Upaya ini untuk memutus rantai penularan, terutama dalam lingkungan keluarga dan pihak-pihak yang kotak erat," terangnya.

 Lebih lanjut, Mohammad Idris menuturkan, untuk Orang Tanpa Gelaja (OTG) yang selesai pemantauan hari ini  bertambah 24 orang dan Orang Dalam Pemantauan (PDP)  39 orang. Sedangkan Pasien  Dalam Pengawasan (PDP) yang selesai pengawasan bertambah 22 orang. 

"Sementara jumlah PDP yang meninggal saat ini sebanyak 94 orang, ada  penambahan satu orang dibandingkan hari sebelumnya. Meski begitu, Status PDP tersebut merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif, karena harus menunggu hasil PCR, yang datanya hanya dikeluarkan oleh PHEOC (Public Health Emergency Operating Center) Kemenkes RI," tandasnya. (JD 03/ED 01/EUD02)

YOUR REACTION?