Pjs Wali Kota Depok Dedi Supandi berikan sambutan pada kegiatan Digital Conference And Exhibition, Indonesia Digital 2020 secara daring, Kamis, (04/11/2020). Kota Depok menjadi empat daerah  yang terpilih menjadi subsektor Aplikasi dan Gim oleh Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf). Bersama dengan Balikpapan, Malang dan Yogyakarta. (Diskominfo)

berita.depok.go.id-Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Depok, Dedi Supandi menilai Kota Depok merupakan ladangnya para talenta digital. Pasalnya, Depok merupakan salah satu kota metropolitan yang tidak memiliki sumber daya alam (SDA), namun memiliki potensi besar dalam sumber daya manusia (SDM).

“Terdapat dua kampus besar yang mendukung pengembangan SDM di Kota Depok. Yaitu Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gunadarma. Disamping itu terdapat perguruan tinggi lain, seperti Politeknik Negeri Jakarta, UPN, STT Nurul Fikri, LP3I, dan BSI. Depok berkembang menjadi kota yang memiliki ladang lahirnya talenta-talenta digital,” katanya usai memberikan sambutan dalam kegiatan Digital Conference And Exhibition, Indonesia Digital 2020 secara daring, Kamis (05/11/20).

Dikatakanya, Kota Depok juga merupakan tempat berkumpulnya talenta-talenta digital yang memiliki semangat dan minat yang tinggi atas perkembangan teknologi. Hal itu dibuktikan dengan tumbuhnya komunitas penggiat TIK seperti Code Margonda, KeboenCoding, Kampung Teknologi Foundation, Depok Digital, Depok Creative, Komunitas Internet Sahabat Anak dan Student Safety Net. 

Lebih lanjut, ucap Dedi Supandi, dengan banyaknya talenta digital ini membuat perkembangan yang menjadi ekosistem penggerak untuk melahirkan startup-startup industri kreatif dalam subsektor Aplikasi dan Games. Ekosistem ini didukung pula dari dunia akademisi dengan adanya program UI Incubate dari Direktorat Inovasi dan Science Techno Park Universitas Indonesia.

“Kota Depok telah melahirkan puluhan startup dengan berbagai prestasi dari tingkat nasional hingga internasional. Contohnya Teman Bisnis, Yaumi Indonesia, Propertree.id, Alumnia, iGrow dan Pabryk,” jelasnya.

Dedi Supandi menyatakan, sumbangan industri kreatif atas Produk domestik regional bruto (PDRB) Kota Depok mulai menunjukkan peningkatan yang signifikan sejak tahun 2016. Tiap tahunnya pun terus meningkat, sehingga kontribusinya mencapai 15,3 persen pada tahun 2019. Potensi ini yang diyakini akan terus berkembang seiring dengan tren global industri digital. 

Selain itu, sambungnya, pihaknya pun mendorong  pertumbuhan ekonomi kreatif menjadi salah satu strategi yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. Hal itu demi mencapai mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat yang berkualitas dalam upaya mewujudkan misi mengembangkan ekonomi yang mandiri, kokoh, dan berkeadilan

“Harapan kami industri kreatif subsektor aplikasi dan games yang memiliki keunggulan dari sisi teknologi informatika, berpotensi menjadi lokomotif yang akan menarik/mendorong subsektor utama lainnya di Kota Depok. Antara lain subsektor kuliner, fesyen, seni rupa, seni pertunjukan, dan kriya,” tutupnya. (JD 03/ED 02/EUD02)

YOUR REACTION?