Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Depok, May Haryanti. (Foto: Istimewa)

berita.depok.go.id-Seluruh lintas sektor di Depok sepakat membantu Pemerintah Kota dalam mencegah persoalan kesehatan tersebut. Langkah tersebut akan dijalankan melalui berbagai program pendukung agar hasilnya maksimal.

Menurut Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, May Haryanti mengatakan, berdasarkan hasil kegiatan koordinasi dan konvergensi lintas sektor yang sudah dilakukan, seluruh perangkat daerah sepakat untuk mendukung penurunan stunting. Tentunya dilakukan sesuai dengan program pendukung di setiap perangkat daerah.

“Sudah ada kesepakatan bersama untuk pencegahan dan penurunan stunting dari seluruh perangkat daerah di Kota Depok,” katanya kepada  berita.depok.go.id, Senin (09/11/20).

May menuturkan, setiap perangkat daerah sudah memberikan informasi terkait kegiatan yang akan dilakukan dalam penurunan stunting. Di antaranya untuk Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok akan melakukan kegiatan kelas parenting, penguatan Usaha kesehatan Sekolah (UKS), pemberian tablet tambah darah remaja putri, dan bantuan sanitasi sekolah.

Selanjutnya, ujar May, untuk Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Kelurarga (DPAPMK) Kota Depok bakal meningkatkan promosi pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Serta sosialisasi gizi seimbang, ASI, kesehatan reproduksi dan bahaya merokok bagi anak dan keluarga.

Lalu, untuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok yaitu kegiatan sanitasi kelurahan padat karya dan penyediaan air bersih.

“Untuk di kecamatan juga sudah sepakat melakukan koordinasi intervensi percepatan penurunan stunting di tingkat kecamatan. Yaitu melalui pertemuan berkala dengan kelurahan dan masyarakat, melakukan pendampingan pelaksanaan kegiatan, serta memberikan dukungan dalam pelaksanaan pemantauan dan verifikasi data,” jelas May.

May juga menyampaikan program yang akan dilakukan organisasi profesi dalam mendukung penurunan stunting di Kota Depok. Untuk, Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) akan melakukan pembinaan tenaga pelaksana gizi untuk mendukung sosialisasi stunting pada masyarakat. Selain juga bekerja sama dengan pemerintah untuk penanganan stunting dan gizi buruk.

Sedangkan, tambah May, untuk Organisasi Ikatan Bidan Indonesia (IBI) pun ikut melakukan pembinaan dan pengawasan bidan praktik mandiri agar membantu sosialisasi dan tatalaksana stunting.

"Lalu organisasi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) bakal melakukan pembinaan perawat untuk membantu sosialisasi stunting,” tandasnya. (JD 02/ED 02/EUD02)

YOUR REACTION?