Wali Kota Depok, Mohammad Idris (tengah) didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Sidik Mulyono (kedua dari kanan) dan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Nuraeni Widayatti (paling kiri) saat menerima penghargaan dari Badan Pusat Statistik (BPS). Pengharggan tersebut diserahkan oleh Kepala BPS Kota Depok, Mufti Swaghara di Balai Kota Depok, Jumat (18/09/20). Foto : JD 04.

berita.depok.go.id-Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menerima penghargaan atas partisipasinya sebagai daerah dengan capaian response rate yang melebihi target dalam pelaksanaan Sensus Penduduk Online (SPO) 2020. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Depok, Mufti Swaghara kepada Wali Kota Depok, Mohammad Idris di Balai Kota Depok.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, penghargaan tersebut didapat atas kerja sama yang baik antara Pemkot dengan BPS Kota Depok dan seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam pendataan kependudukan atau sensus online. Kota Depok berhasil meraih 107,14 persen dari target nasional sebesar 23 persen.

"Atas partisipasi masyarakat, Kota Depok berhasil meraih 107,14 persen keluarga yang datanya clean. Persentase itu sama dengan 556.399 jiwa warga Depok yang telah melakukan SOP dengan data yang sesuai seperti yang tercatat di Dinas Kependudukan dan  Catatan Sipil (Disdukcapil)," tutur Mohammad Idris kepada berita.depok.go.id di Balai Kota Depok, Jumat (18/09/20).

Dirinya menjelaskan, dari capaian tersebut Kota Depok menduduki posisi kedua dari kabupaten/kota se-Jawa Barat (Jabar) setelah Kabupaten Sukabumi. Hal itu, didapat dari SPO tahap pertama, yang dilakukan tanggal 15 Februari hingga 29 Mei 2020.

"Ke depan, Kota Depok direncanakan menjadi Smart City, maka kegiatan seperti ini harus lebih digalakkan dan ditinggkatkan lagi," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok, Sidik Mulyono mengapresiasi semua warga Depok yang sudah berpartisipasi dalam pelaksanaan sensus online Penghargaan tersebut membuktikan bahwa masyarakat Depok sudah mampu beradaptasi dengan dunia digital. Serta peduli dengan pentingnya sensus penduduk.

"Kepedulian masyarakat ini menandakan pentingnya sensus penduduk untuk keperluan rencana pembangunan ke depan," terangnya.

Di tempat yang sama, Kepala BPS Kota Depok, Mufti Swaghara menambahkan, pihaknya sangat terbantu dengan upaya Pemkot Depok yang mengimbau kecamatan dan kelurahan untuk melakukan sosialisasi SOP hingga ke tingkat RT-RW. Sambungnya, dengan sosialisasi yang masif, sehingga masyarakat yang melakukan SOP semakin banyak.

"Selain itu saat ini sedang dilaksanakan SOP tahap kedua yang merupakan tahapan verifikasi terhadap data yang dikumpulkan pada sensus tahap pertama. Sensus tahap kedua berlangsung dari tanggal 1 hingga 30 September 2020, dilakukan secara door to door. Kami berharap pada sensus ini, warga dapat membantu pentugas dengan menjawab pertanyaan yang diajukan dengan benar. Sebab, data yang tersebut berdampak pada kebijakan yang akan di keluarkan oleh pemerintah," tandasnya. (JD09/ED02/EUD02)

YOUR REACTION?