Suasana Kongko Pembangunan bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah (IPW) yang digagas oleh Bappeda Kota Depok di RM Saung Situ Jatijajar, Tapos, belum lama ini. (Foto: Diskominfo).

berita.depok.go.id - Kolaborasi Bareng Komunitas (Kongko) Pembangunan bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah (IPW) yang digagas Badan Perencanaan Pembangunan dan Pengembangan Penelitian Daerah (Bappeda) Kota Depok menghasilkan delapan kesepakatan. Nantinya sejumlah rumusan masalah ini akan diolah kembali menjadi bahan untuk menguatkan isu tematik pembangunan di 2023.

Kepala Bappeda Kota Depok, Dadang Wihana menjelaskan, delapan rumusan masalah yang disepakati antara lain, Kota Depok unggul dalam Green Community harus dapat dimanfaatkan dengan baik untuk mewujudkan aspek kota hijau. Kemudian, pembelajaran tentang pembangunan berbasis lingkungan dimulai dari jenjang sekolah dasar, serta mewujudkan transportasi hijau di kota berbasis teknologi.

"Selanjutnya, perlu kolaborasi antara manusia, norma, dan institusi sebagai media dalam menyukseskan sebuah program. Lalu, perlunya membangun karakter manusia tidak hanya infrastruktur secara fisik," paparnya kepada berita.depok.go.id, Selasa (28/12/21).

Berikutnya, perlu konsep pembangunan berbasis RT untuk dapat diimplementasikan di Kota Depok, perlu selalu mencari solusi pembangunan yang berbasis alam, dan perlunya dukungan pemerintah  melalui penyediaan fasilitas parkir sepeda di tempat-tempat publik dan jalur yang ramah aman bagi pesepeda dan pejalan kaki.

Dadang menambahkan, Kongko Pembangunan bidang IPW mengangkat topik infrastruktur dasar perkotaan untuk mendukung pengembangan kota hijau. Sebab, imbuhnya, isu tematik pembangunan 2023 adalah infrastruktur dasar perkotaan dan pemulihan ekonomi.

"Semua pembangunan yang akan dilakukan pada tahun 2023  terintegrasi dengan konsep kota hijau," pungkasnya. (JD 05/ED 01/EUD02)

YOUR REACTION?