Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Depok, Elly Farida tengah memberikan arahan saat Launching Gebyar Aksi Depok Sukses Bebas Stunting Mewujudkan Kota Ramah Anak (D'sunting Menara) di Aula Kantor Kecamatan Bojongsari, Selasa (04/01/22). (JD04/Diskominfo)

berita.depok.go.id - Program Depok Sukses Bebas Stunting Mewujudkan Depok Ramah Anak (D'Sunting Menara) yang dilakukan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Depok pertama kali digelar di Kecamatan Bojongsari.

Berbagai bantuan mulai dari paket sembako, pemberian makanan sehat  hingga pembinaan digulirkan untuk  untuk memaksimalkan penanganan stunting.

Ketua TP-PKK Kota Depok, Elly Farida mengatakan, program ini diluncurkan pada 22 November 2021 di Kecamatan Bojongsari. Kelurahan Pondok Petir di kecamatan tersebut merupakan wilayah yang ditunjuk sebagai lokasi khusus (lokus) D'Sunting Menara. 

“Alhamdulillah, Selasa (04/01) ini kita bisa langsung beraksi bersama pihak kecamatan dan kelurahan, kader PKK dan stakeholder lainnya menjalankan program D'Sunting Menara. Ini bentuk dedikasi PKK dalam membantu pemerintah terkait stunting,” kata Ketua TP-PKKKota Depok, Elly Farida kepada berita.depok.go.id Selasa (04/01/22).

Dikatakannya, program D'Sunting Menara akan dilakukan selama satu tahun, kegiatan ini juga akan dievaluasi setiap tiga bulan sekali. Dalam program ini TP-PKK juga bekerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Depok, Pegadaian, PT Tirta Asasta dan pihak lainnya.

Bunda Elly, sapaannya, menuturkan, pihaknya tidak menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk D'Sunting Menara. Menurutnya, semua murni kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak.

"Terutama dari para kader PKK. Dukungan ini pertama, peranan sekretariat melalui Dasa Wisma Satu Hati Bersama Tim Pendamping Keluarga atau Dawis Sahabat TPK. Kedua, Peranan Pokja I yakni Gerakan Cepat Cegah Stunting bersama Tutor Keluarga (Gercep Canting Surga) dan Kunjungi Keluarga Rawan dengan Tanda Kasih(Kawan Kasih)," jelasnya.

Ketiga, lanjut Bunda Elly, Peranan Pokja II yakni Dongeng orang tua agar gemar makanan sehat menghindari stunting anak usia dini (Dora Masa Kini). Keempat, Peranan Pokja III yaitu Masyarakat Depok Suka Makanan B2SA Cegah Stunting (Mpok Sukma Bawa Canting). Kelima, peranan Pokja IV Ojek Cantik Membawa Makanan Balita Stunting (Ocan Bananas).

"Kami ingin mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat agar mereka bangkit dan melakukan kewajiban untuk meningkatkan status gizi anak-anak yang teridentifikasi stunting," tutupnya. (JD03/ED02/EUD02)

YOUR REACTION?