Penimbangan lele yang sudah dibersihkan dan siap dijual. (Istimewa)

berita.depok.go.id-Omzet budidaya Lele Sangkuriang rumahan yang dikelola oleh paguyuban warga RT 09 RW 20 Kelurahan Sukatani Kecamatan Tapos mencapai Rp 460 ribu per pekan. Angka tersebut didapat dari permintaan warga terhadap lele yang mencapai 20 kg per pekan dengan harga Rp 23 ribu per kilogram (kg).

Ketua Pembudidaya Lele RW 02 Sukatani, Agus Dariadi mengatakan, omzet Rp 460 ribu per pekan adalah penghasilan kelompok budidaya. Sedangkan, jika satu peternak mempunyai satu drum dengan isi bibit 150 ekor bisa dipanen 15 kg atau setara Rp. 345 ribu selama 2,5 - 3 bulan.

"Total pendapatan tergantung panen dari masing-masing peternak di setiap pekannya. Hasil penjualan akan dipotong 10 persen. Di antaranya 5 persen untuk kas paguyuban, 5 persen untuk biaya marketing," tuturnya kepada berita.depok.go.id, Selasa, (09/03/21).

Lanjut dia, dikarenakan sistem pendanaan adalah swakelola dari masing-masing peternak, seperti pembelian drum, pakan, bibit lele, maka setiap hasil penjualan diserahkan kepada peternak.

"Kami belum bisa mengelola dananya secara berkelompok. Sebab memang kami tidak mempunyai pemegang modal yang bersedia berinvestasi, makanya masih sistem gotong royong," katanya.

Dia menuturkan, pihaknya mempunyai dua produk yang dijual. Yaitu lele segar dengan kondisi bersih dan yang sudah diberikan bumbu.

"Untuk Lele segar kami menjualnya Rp 23 ribu per kg. Lalu Lele bumbu Rp 25 ribu per kg," pungkasnya. (JD 09/ED02/EUD02)

YOUR REACTION?