Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Kedaung, Anugrah Sri Handayani. (Istimewa)

berita.depok.go.id-Kelurahan Kedaung menjadi wilayah yang mencatatkan jumlah RW paling sedikit dalam penerapan Pembatasan Sosial Kampung Siaga (PSKS) se-Kota Depok. Hal tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Depok Nomor : 443/490/Kpts/ Dinkes/Huk/2020 tentang Penetapan Wilayah Pembatasan Sosial Kampung Siaga.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Kedaung, Anugrah Sri Handayani mengatakan, menurunnya angka penularan Covid-19 di wilayah Kedaung berkat kerja sama antara Tiga Pilar yang rutin mengadakan penyuluhan kepada masyarakat. Selain itu, pabrik atau perusahaan yang berada di Kedaung juga tidak luput diberikan penyuluhan oleh mereka.

"Kasusnya fluktuatif, yang penting di setiap acara atau kegiatan kami selalu ingatkan 3 M. Yaitu, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak," tuturnya kepada berita.depok.go.id, Senin (28/12/20).

Lebih lanjut, ucapnya, selain di setiap kegiatan, pihaknya juga rutin mengimbau masyarakat melalui grup whatsapp warga. Upaya tersebut dilakukan agar warga semakin paham tentang pencegahan Covid-19.

Dia menambahkan, bagi RW PSKS akan dilaksanakan penyuluhan ulang serta pendampingan oleh Satgas Kampung Siaga Covid-19. Tracing juga dilakukan pada kontak erat pasien, tidak menunggu penetapan RW PSKS.

"Untuk seluruh masyarakat, dalam rangka menyambut libur tahun baru 2021, marilah kita selalu melaksanakan protokol kesehatan 3 M. Yaitu dengan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak saat beraktivitas di luar rumah," pungkasnya. 

Untuk diketahui, Kelurahan Kedaung memiliki satu RW yang tengah menerapkan PSKS. Karena itu, Kedaung menjadi wilayah paling sedikit yang menerapkan RW PSKS demi mencegah penularan Coronavirus atau Covid-19. (JD 09/ED 02/EUD02)

YOUR REACTION?