Tim khusus yang ada di Kecamatan Beji gencar mensosialisasikan pengolahan sampah ke warga. Belum lama ini, mereka memberikan edukasi ke perumahan warga di Kelurahan Tanah Baru. (Foto : Istimewa).

berita.depok.go.id - Kecamatan Beji memiliki tim khusus yang fokus terhadap penanganan sampah warganya. Tim tersebut terdiri dari Koordinator Unit Pengolahan Sampah (UPS) Jalan Jawa Kelurahan Beji, Andriansyah, Koordinator Bank Sampah Beji Tati Latifah dan Koordinator Pengangkutan Sampah Residu Wawan yang giat dalam mengedukasi warga terkait persampahan.

“Sosialisasi pemilahan sampah menjadi tugas kami dengan berkeliling ke rumah-rumah warga. Tentu tujuan kami mengajak masyarakat memilah sampah dari tingkat rumah tangga,” kata Koordinator Bank Sampah Beji Tati Latifah kepada berita.depok.go.id, Selasa (09/11/21).

Dikatakan dia, warga diberikan edukasi agar melakukan pemilahan sampah dari rumah dengan metode Reduce, Reuse, Recycle (3R). Selain juga harus bertanggung jawab dengan sampah yang dihasilkan dari rumah karena kondisi TPA Cipayung yang sudah overload. 

"Warga harus mulai memisahkan sampah organik, non organik dan residu atau B3 dari rumah," ujar Tati.

Lebih lanjut, dirinya menuturkan, belum lama ini pihaknya melakukan sosialisasi di salah satu perumahan warga di Kelurahan Tanah Baru. Warga diberikan cara pemilahan sampah dengan persentase sampah organik mengambil 60 persen, non organik 30 persen, residu 10 persen. 

"Warga langsung aksi, memilah sampah organik yang akan ditangani oleh UPS, non organik oleh saya, dan residu dengan Pak Wawan,” ungkapnya.

Tati menambahkan, sebagai Koordinator bank sampah di Kecamatan Beji, ia juga turut menggesa terbentuknya bank sampah di setiap wilayah. Saai ini kurang lebih terdapat 45 bank sampah yang ada di Kecamatan Beji.

“Bank sampah yang masih aktif sejak pandemi Covid-19 memang mengalami penurunan. Kira-kira yang masih aktif sekitar 45 unit ditambah dengan 10 unit baru yang sedang digesa,” tutupnya. (JD03/ED02/EUD02)

YOUR REACTION?