Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Bina Ketahanan Remaja (BKR) BKKBN, Asep Sopari (Foto: Diskominfo)


berita.depok.go.id-Keberhasilan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) dengan menggelar Sekolah Pra Nikah (SPN) diapresiasi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Terlebih, tahun kemarin SPN telah meluluskan hingga lima angkatan dan tahun ini ditambah menjadi 11 angkatan. 

Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Pengembangan Program Bina Ketahanan Remaja (BKR) BKKBN, Asep Sopari mengatakan, sedikitnya ada tiga lokasi di Indonesia yang mengadakan SPN. Ketiga lokasi tersebut yaitu Pemkot Depok, Departemen Keluarga Institut Pertanian Bogor (IPB), dan satu kabupaten/kota di Provinsi Bangka Belitung.

“Kalau yang di IPB baru mencetak satu angkatan, sedangkan Kota Depok sudah bagus sekali hingga lima angkatan. Ketiga tempat ini akan kami kunjungi dan dibuat kajiannya untuk SPN tingkat nasional,” kata Asep kepada berita.depok.go.id saat melakukan kunjungan ke DPAPMK Kota Depok, belum lama ini.

Dia menyebutkan, untuk evaluasi pelaksanaan SPN di Depok diperlukan adanya kurikulum yang komprehensif. Menurutnya, meskipun secara umum materi yang diberikan dari SPN sudah sesuai dengan yang diperlukan remaja usia siap menikah.

“SPN di Depok secara materi setelah dikroscek ke peserta, materinya sesuai dengan yang diperlukan remaja masuk usia nikah, selain itu SPN Depok juga perlu dibuat tindaklanjut atau follow up pada para peserra setelah selesai SPN,” tandasnya. (JD 06/ED 02/EUD 02)

YOUR REACTION?