Ilustrasi ikan air tawar. (istimewa)

berita.depok.go.id- Menjelang masa kempes telur, Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Balai Benih Ikan (BBI) Kota Depok memiliki beberapa langkah strategis. Salah satunya dengan mengurangi benih permintaan dari masyarakat  atau kelompok pembudidaya.

“Salah satu strategi kita, untuk menghadapi masa kempes telur yaitu dengan mengurangi jumlah benih yang  masyarakat minta,” ujar Kepala UPTD BBI Kota Depok, Nur Hidayat, di Balai Kota, Rabu (02/06/21).

Nur menjelaskan, biasanya dalam satu tahun, ada masa ikan tidak bisa menghasilkan benih. atau sering disebut kempes telur, terutama pada ikan lele dan gurame. Masa ini sering terjadi di Juli hingga Agustus.

“Upaya lainnya yaitu kami akan memberikan pakan yang memiliki kandungan nutrisi tinggi. Sehingga, diharapkan dapat meningkatkan stamina indukan, untuk bertelur,” terangnya.

Dikatakannya, setiap bulan terdapat satu sampai dua kelompok. Dengan jumlah permintaan sebanyak 1.000 sampai 2.000 benih.

“Ilustrasinya, jika mereka minta 2000 benih, kami hanya bisa memenuhi setengahnya atau 1000 benih. Itu karena kami ingin mejaga populasi dan ketersediaan benih di BBI. Mudah-mudahan masyarakat paham adanya masa kempes telur ini,” pungkasnya. (JD 08/ED 01/EUD02)

YOUR REACTION?