Kepala Satpol PP Kota Depok, Lienda Ratnanurdianny. (Foto: Diskominfo)

berita.depok.go.id-Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Depok Lienda Ratnanurdianny ingin mengonfirmasi mengenai survei mingguan dari Jawa Barat (Jabar) yang menyebut Depok sebagai daerah dengan warga paling lalai dalam menjaga jarak. Menurutnya, selama ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Satpol PP terus melakukan upaya pencegahan dan penindakan bagi pelanggar protokol kesehatan (protkes). Tentu langkah tersebut dilakukan demi mencegah dan menanggulangi penularan Covid-19.

"Kita memang giat melakukan razia protkes. Mungkin dari hasil razia tersebut menjadi meningkat," tuturnya kepada berita.depok.go.id, Jumat (22/01/21).

Meski begitu, Lienda menanggapi secara positif adanya klaim hasil survei mingguan tersebut. Dikatakannya, kemungkinan data survei tersebut berdasarkan hasil operasi yang sudah dilakukan sejak awal pandemi Covid-19. Mengingat, hingga kini pihaknya bersama TNI dan Polri rajin melakukan razia pelanggar protkes.

"Maka jika itu merupakan hasil survei dari Jabar, kami ingin ada keterbukaan agar Kota Depok dapat melakukan perbaikan," katanya.

Lienda menambahkan, Satpol PP bersama TNI dan Polri rutin melakukan operasi setiap hari baik pagi, siang, hingga malam hari. Juga dilakukan operasi saat hari libur.

“Semoga dengan pernyataan tersebut dapat menjadi pemacu kami bersama tim untuk meningkatkan semangat dalam bertugas menjalankan operasi,” tambahnya.

Lienda juga berharap, ke depannya sinergisitas antara Satpol PP Kota Depok dengan petugas TNI dan Polri dapat terus terjalin. Tentunya dalam menyadarkan masyarakat untuk terus mematuhi aturan yang berlaku dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Kekompakan ini demi meningkatkan kesadaran masyarakat untuk patuh terhadap prokes,” tandasnya. (JD02/ED02/EUD02)

YOUR REACTION?