Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono (kiri) bersama Moderator, Nurul Meutia dari Staf Departemen Kajian dan Aksi Strategis BEM FIA UI 2021 pada dialog publik dengan tajuk Menguak Janji Politik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok, Sabtu (27/11/21). (Foto : Diskominfo)

berita.depok.go.id - Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono (IBH) menjelaskan sejumlah realisasi janji politik yang sudah ditunaikan dalam sembilan bulan menjabat. Penjelasan tersebut disampaikan IBH saat diskusi publik bersama Departemen Kajian Strategis Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) secara daring, dengan tajuk Menguak Janji Politik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok.

Menurut IBH, 10 janji politik atau program prioritas pemerintahan Idris-Imam sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Depok. Di antaranya, dana senilai Rp 5 miliar per kelurahan akan direalisasikan pada tahun 2022 sesuai mekanisme penganggaran yang ada.

"Insentif guru honor dan swasta juga sudah diatur dan disesuaikan pada tiap tingkat pendidikan. Semoga dapat terealisasi," tutur IBH dalam diskusi publik tersebut, Sabtu malam (27/11/21).

Selanjutnya, ucap IBH, insentif pemimbing rohani sudah direalisaikan, tahun lalu pihaknya memberikan kepada 300 pembimbing rohani dengan besaran intensif Rp 250.000 per tiga bulan. Sedangkan tahun ini jumlah penerimanya menjadi 1.000 pembimbing rohani dan anggarannya diperbesar menjadi Rp. 350.000 per tiga bulan.

"Kemudian Kartu Depok Sehat (KDS) juga sudah kami launching dengan tujuh layanan manfaat. Dari mulai BPJS gratis, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), santunan kematian, beasiswa bagi pelajar dan seterusnya," paparnya.

IBH mengatakan, pada 10 November kemarin, pihaknya telah meresmikan Gelanggang Olahraga di Grand Depok City (GDC) bertaraf internasional yang akan menjadi pusat olahraga dan pusat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Depok. Rencana ini nantinya akan direalisasikan di 11 kecamatan.

"Lalu wifi gratis, kami akan terus perpanjang. Terlebih dalam kondisi Covid-19 ini untuk membantu masyarakat dalam melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)," tandasnya. (JD 09/ED 02/EUD02)

YOUR REACTION?