Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono memimpin rapat evaluasi dan persiapan pelaksanaan program KDS, di ruang edelweis, Balaikota, kemarin. (Foto: JD 01/Diskominfo).

berita.depok.go.id - Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono menggelar rapat koordinasi bersama beberapa perangkat daerah, membahas tentang program Kartu Depok Sejahtera (KDS), kemarin (03/01). Dalam agenda itu, ada tiga hal yang menjadi topik pembahasan.

IBH menjelaskan, ketiga topik yang dibahas meliputi evaluasi pelaksanaan program KDS tahun 2021, mekanisme pelaksanaan KDS 2022, dan rencana pelaksanaan KDS 2023. Perangkat Daerah yang terlibat diminta untuk fokus merealisasikan program KDS tersebut.

"Banyak orang salah paham tentang KDS, program ini bukan hanya di Dinas Sosial saja tapi dinas-dinas lainnya juga turut berkolaborasi," jelasnya.

Dikatakannya, dalam program KDS terdapat tujuh manfaat di dalamnya. Antara lain Santunan Kematian (Sankem), Bantuan Pangan Kota, bantuan pemberdayaan lanjut usia dan disabilitas di Dinas Sosial, beasiswa pendidikan kepada siswa SD, SMP dan SMA di Dinas Pendidikan.

"Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim), Bantuan pelayanan kesehatan gratis Dinas Kesehatan(Dinkes), pelatihan keterampilan dan bantuan usaha serta penyaluran kerja dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker)," katanya.

Pada tahun ini, lanjut IBH, terdapat sebanyak 1.074 orang akan menerima KDS Santunan Kematian. Lalu, 1.718 anak menerima beasiswa jenjang SMA, 2.000 orang menerima Bantuan Pangan Kota, dan perbaikan 758 RTLH.

"Rencananya ke depan kami akan satukan data semuanya ke dalam bank data yang disebut Data Terpadu Kesejahteraan Sosia (DTKS) berbasis masyarakat tidak mampu. Kami harap, penerima KDS bisa lebih sejahtera lagi tahun berikutnya," tandasnya. (JD 05/ED 01/EUD02)

YOUR REACTION?