Wali Kota Depok, Mohammad Idris (kedua dari kanan) saat menghadiri peringatan Hari Otonomi Daerah (OTDA) ke-XXVI yang diadakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, secara virtual di ruang Edelweis, lantai 5, Balai Kota, Senin (25/04/22). (Foto: Diskominfo).

berita.depok.go.id- Wali Kota Depok, Mohammad Idris hari ini menghadiri peringatan Hari Otonomi Daerah (OTDA) ke-XXVI yang diadakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. Berlangsung secara virtual, Mohammad Idris mengatakan, akselerasi pembangunan merupakan semangat dibangunnya otonomi daerah.

"Semangatnya adalah semangat mengakselerasi pembangunan daerah, itu semangat dibangunnya otonomi daerah. Ini sudah terbukti dengan kenaikan Indek Pembangunan Manusia (IPM) di beberapa daerah," ujar Mohammad Idris, kepada berita.depok.go.id, usai menghadiri acara Hari OTDA ke-XXVI, di ruang Edelweis, lantai 5, Balai Kota, Senin (25/04/22).

Dalam kesempatan tersebut, dikatakan Mohammad Idris, ada sejumlah pesan yang disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian. Pertama yakni kasus Covid-19 yang tetap harus diwaspadai.

"Kepala daerah diminta untuk mengingatkan masyarakatnya agar tetap disiplin menerapkan prokes. Kedua upaya-upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pasca pandemi tentunya dan juga akselerasi peningkatan pelayanan untuk digitalisasi government dan pelayanan," ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Suhajar Diantoro saat membacakan sambutan tertulis Mendagri, meminta kepala daerah untuk intensif memonitor stabilitas harga pangan dan energi di daerahnya masing-masing. Upaya ini sebagai respons atas perang Rusia-Ukraina yang telah berdampak ke berbagai sektor, termasuk gangguan stabilitas ekonomi di dunia.

Dia menjelaskan, di tengah situasi dunia yang telah menjadi kampung global, perang antara Rusia-Ukraina telah berdampak pada pola rantai ketersediaan dan permintaan pangan dan energi di banyak negara, termasuk Indonesia. Akibatnya, kondisi ini menimbulkan berbagai gangguan, termasuk pada stabilitas ekonomi dunia.

“Bahkan, di beberapa negara sudah terjadi inflasi serta kenaikan harga pangan dan energi,” terangnya. (JD12/ED 01/EUD02) 

YOUR REACTION?