Petugas berjaga di depan Alun-alun Kota Depok. 

berita.depok.go.id-Upaya menghalau pengunjung yang datang ke alun-alun, Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Taman Hutan Raya (Tahura) Kota Depok menurunkan sedikitnya lima petugas keamanan. Hal ini dilakukan karena fasilitas publik ini masih ditutup untuk umum.

"Untuk petugas keamanan kami kerahkan sebanyak tiga orang setiap harinya, dibantu juga dengan Satuan Tugas (Satgas) Polisi Pamong Praja (PP) sebanyak satu sampai dua orang. Selain faktor keamanan, hal ini juga dilakukan dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di masa pandemi," ujar Kepala UPTD Tahura, Purnomo Sujudi, Kamis (18/06/20).

Dikatakannya, selain menempatkan petugas keamanan dibeberapa titik, pihaknya juga memasang imbauan melalui videotron, terkait belum bisa dipergunakannya seluruh fasilitas di alun-alun. Kendati demikian, masih ada saja warga yang berdatangan.

"Sosialisasi secara masif terus kami lakukan, baik peneguran langsung, imbauan melalui videotron, spanduk maupun tali pembatas yang tidak boleh dilalui warga. Kami juga menempatkan beberapa petugas Dinas Perhubungan (Dishub) yang membantu menutup pintu masuk kawasan alun-alun," terangnya.

Dia menambahkan, meskipun Pemerintah Kota (Pemkot) Depok telah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional dan beberapa fasilitas umum telah dibuka, namun untuk alun-alun belum beroperasi. Mengingat, sedang adanya perbaikan atau renovasi.

"Ada beberapa perbaikan sarana dan fasilitas alun-alun dan belum dapat dipastikan sampai kapan tutup. Kami harap masyarakat bisa mengerti untuk pembangunan yang lebih baik lagi ke depannya," tutupnya. (JD 08/ED 01/EUD02) 

YOUR REACTION?